RADAR24.co.id — Kasus keracunan massal yang diduga berasal dari makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong terus meluas. Hingga Kamis (28/8/2025), jumlah pelajar yang menjadi korban tercatat mencapai 450 orang.
Fokus penyelidikan aparat kini tertuju pada dapur umum MBG di Desa Lemeupit, Kecamatan Lebong Sakti. Polres Lebong telah resmi menyegel dapur tersebut, sementara ketua dapur umum kabarnya diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Kapolda Bengkulu Irjen Pol Mardiyono menegaskan pihaknya tidak main-main dalam menangani kasus ini.
“Dapur umum sudah kita segel. Ketua dapur juga sudah diamankan untuk pemeriksaan. Kita tunggu hasil penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya saat meninjau langsung kondisi para korban di RSUD Lebong.
Di saat bersamaan, Wakil Gubernur Bengkulu Ir. Mian meminta pemerintah daerah menghentikan sementara seluruh aktivitas dapur umum MBG. Ia juga mendesak aparat penegak hukum agar mengusut tuntas perkara tersebut.
“Untuk mencegah korban baru, dapur umum harus ditutup dan dihentikan operasinya. Kami juga minta aparat segera mengungkap penyebab keracunan dan menindak tegas pihak yang bertanggung jawab,” kata Mian.
Sementara itu, Kepala Dapur Umum MBG Wilayah Lebong, Bartin Azib, menyampaikan pihaknya telah melakukan pengecekan sebelum makanan didistribusikan. Pemeriksaan, katanya, melibatkan Kepala SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) dari BGN (Badan Gizi Nasional), ahli gizi, serta dirinya sendiri.
“Semua makanan dalam kondisi baik dan layak konsumsi. Bahkan sudah dicoba langsung oleh Kepala SPPG dan tidak menimbulkan masalah. Namun apa yang terjadi di lapangan di luar kuasa kami,” ujar Bartin.
RSUD Lebong mencatat 364 siswa masih dirawat intensif. Sementara 70 lainnya diperbolehkan pulang dengan perawatan jalan. Seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkab Lebong melalui Dinas Kesehatan.
Meski demikian, jumlah pasien masih terus bertambah. Data sementara memperkirakan korban bisa menembus 500 orang. Warga mendesak agar penyelidikan dilakukan secara transparan, sehingga penyebab pasti keracunan massal ini segera terungkap dan tidak kembali menimpa anak-anak sekolah di Lebong (sumber: Go Bengkulu)