RADAR24.co.id — Di bawah terik matahari Pantai Kuala Penet, Desa Margasari, Lampung Timur, suasana penuh harapan. Suara palu dan deburan ombak saling bersahutan, menyatu menjadi irama pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang tengah dikebut penyelesaiannya sebelum akhir 2025.

Proyek strategis nasional ini mencakup pembangunan dermaga khusus nelayan, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), gudang cold storage, pabrik es, serta kios-kios UMKM. Fasilitas yang selama puluhan tahun hanya menjadi impian warga pesisir kini mulai berbentuk.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, Ibu Ir. Dwita Ria Gunadi (DPR RI), Ahmad Giri Akbar (Ketua DPRD Provinsi Lampung), serta Rendi Pratama (DPRD Lampung Timur). Program ini benar-benar menjawab kebutuhan riil nelayan kami,” ujar Kepala Desa Margasari, Wahyu Jaya, Jumat (5/12/2025).

Selama ini, nelayan Margasari harus membeli BBM dari lokasi yang jauh, menyimpan ikan dengan cara tradisional, dan terpaksa menjual hasil tangkapan dengan harga murah karena keterbatasan penyimpanan. Akibatnya, banyak yang hanya cukup makan sehari-hari.

“Dengan adanya SPBN, pabrik es, dan gudang beku, biaya operasional turun, kualitas ikan terjaga, dan kami bisa menjual dengan harga lebih baik,” tambah Wahyu.

Salah satu nelayan senior, Pak Dahlan (65), yang telah melaut lebih dari 40 tahun, tak kuasa menyembunyikan haru.

“Baru kali ini ada perhatian sebesar ini dari pemerintah. Kalau fasilitas ini jadi, hidup kami insyaallah lebih baik,” katanya sambil menatap rangka dermaga yang terus meninggi.

Proyek KNMP Margasari dikelola melalui Koperasi Merah Putih yang didampingi penyuluh perikanan secara intensif. Nama “Merah Putih” dipilih bukan sekadar simbol, melainkan cerminan keberanian (merah) nelayan menghadapi laut dan ketulusan (putih) menjaga sumber penghidupan mereka.

Dengan jumlah penduduk 7.627 jiwa dan potensi perikanan tangkap yang besar, Margasari diharapkan menjadi salah satu percontohan nasional program Kampung Nelayan Merah Putih.

“Kami berharap Bapak Presiden Prabowo Subianto bisa hadir meresmikan langsung kampung nelayan kami. Ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Lampung Timur,” tutup Wahyu penuh harap.

Di tepi Pantai Kuala Penet, satu per satu batu pondasi ditata. Bersama deburan ombak, harapan baru nelayan Margasari terus dibangun—untuk hari ini, esok, dan generasi mendatang.