RADAR24.co.id — Penulis bersama Pabianus Muyapa kembali menjelajahi Kali Kyura Pura (atau lebih dikenal sebagai Kali Kyura), destinasi wisata alam populer di sepanjang Jalan Trans Papua yang menghubungkan Timika (Kabupaten Mimika) menuju Deiyai, Provinsi Papua Tengah.

Perjalanan ini bertujuan untuk refreshing, menjalankan pola hidup sehat, sekaligus mencari cerita baru dari tanah Papua. Dari Jakarta, agenda ini sudah direncanakan jauh-jauh hari, meski butuh persiapan biaya transportasi dan logistik.

Pagi harinya, kami menyewa motor seharga Rp100.000 per hari full (dibayar di terminal gorong-gorong sekitar pukul 07.00 WIT). Persiapan matang dilakukan: snack, air mineral, rokok, korek, jas hujan ukuran L dan M, Fanta, serta mengisi bensin full untuk mengantisipasi jarak yang cukup jauh (perkiraan mencapai sekitar KM 123+670 di jembatan Kali Kyura Pura).

Sepanjang perjalanan, suasana alam sangat memukau. Hutan lebat, suara burung cenderawasih, hingga gonggongan anjing hutan yang seolah meminta izin melintas di tanah adat. Kami melewati dua desa: Kampung Bouwopa dan Dakamaida di Kecamatan Damabagata, Kabupaten Deiyai.

Berikut beberapa momen indah suasana Kali Kyura Pura yang jernih dan menyegarkan, cocok untuk berenang dan berfoto:

Air sungai yang dingin dan jernih mengalir di antara bebatuan, dikelilingi hutan pegunungan yang asri. Kami tiba di lokasi sekitar siang, langsung menikmati suasana di tepi sungai dan jembatan sebelum akhirnya berenang selama 3 jam (pukul 12.00 – 15.00 WIT).

Kami juga membuat banyak konten foto bersama, baik solo, berdua, maupun di spot-spot indah sepanjang sungai. Yang paling menyenangkan: wisata ini gratis tanpa tiket masuk! Hanya ada tata tertib sederhana yang harus dipatuhi semua pengunjung:

1. Selamat datang di Wisata Kali Kyura Pura.

2. Sampah sisa makanan harus dibawa pulang dalam plastik, dilarang dibuang di sungai agar lingkungan tetap terjaga.

3. Jaga kebersihan dan kebersamaan demi wisata yang lebih baik ke depannya.

Pesan penting dari penulis: Mari kita semua jaga kebersihan, keamanan, dan kedamaian di destinasi wisata alam seperti ini. Dengan begitu, Kali Kyura Pura bisa terus menjadi tempat rekreasi gratis yang indah untuk warga Timika, Deiyai, bahkan pengunjung dari luar Papua.

Kesimpulan, Pengalaman ini sangat menyenangkan dan memberi cerita baru dari Papua. Bagi siapa saja yang berkunjung ke Timika, jangan lewatkan Kali Kyura Pura – alamnya memukau, airnya segar, dan aksesnya mudah (sekitar 20-60 menit dari pusat kota Timika dengan motor/mobil). Yang penting, pulang bawa sampah, pulang bawa kenangan indah!

Selamat berlibur dan tetap jaga alam kita bersama!