RADAR24.co.id — Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung bersama unsur Forkopimcam Bandar Sribhawono melakukan pengecekan langsung ke lokasi yang diduga menjadi tempat kemunculan harimau di wilayah Lampung Timur, Sabtu (10/1/2026).
Hasil penelusuran di lapangan memastikan bahwa jejak kaki yang sempat menghebohkan warga tersebut bukan berasal dari Harimau Sumatera. BKSDA menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan satwa dilindungi tersebut di area perladangan.
Ahli Pertama Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Lampung, Irhamuddin, menjelaskan bahwa setelah dilakukan identifikasi mendalam, jejak yang ditemukan ternyata berasal dari anjing kampung.
“Tidak ada indikasi keberadaan Harimau Sumatera. Berdasarkan hasil pemeriksaan langsung di lokasi, jejak tersebut dipastikan milik anjing,” ujar Irhamuddin mewakili Kepala SKW III Lampung BKSDA Bengkulu.
Ia menambahkan, analisa tersebut juga diperkuat oleh hasil diskusi bersama Forkopimcam serta warga setempat yang menyatakan tidak melihat adanya hewan buas seperti macan berkeliaran di wilayah tersebut.
Sebelumnya, Irhamuddin sempat menduga jejak itu menyerupai Macan Dahan atau Macan Akar berdasarkan laporan awal. Namun setelah dilakukan pengecekan langsung di lapangan, kesimpulan tersebut direvisi.
“Setelah melihat langsung bentuk dan pola jejak di perladangan warga, dapat kami pastikan itu bukan jejak satwa liar besar,” tegasnya.
Berdasarkan hasil investigasi tersebut, Forkopimcam Bandar Sribhawono mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum jelas kebenarannya.
Kapolsek Bandar Sribhawono AKP Rommy menegaskan warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa.



