RADAR24.co.id — Niatnya hendak mengklarifikasi kejadian penolakan warga terhadap pembangunan gedung koperasi merah putih melalui media sosial (medsos), Kepala Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Lampung Timur, malah kena ocehan warga.
Melalui akun Facebooknya @Aldi Guntoro, Kades Bandar Agung mencoba menjelaskan permasalahan titik lokasi bakal pembangunan gedung koperasi merah putih.
” Nahhh perlu digarisbawahi lagi ya, lokasinya ini bukan ditengah tengah lapangan dan mengganggu aktifitas olahraga, disini dibangun di ujung timur selatan, sebelah etan bagian kidol, yang selama ini tidak terpakai,dan tidak mengganggu sama sekali aktifitas olahraga, mohon maaf bukanya disini saya mengorbankan lapanganan ya,, 1.program ini program pusat yang harus dilaksanakan.2 ini bangunan usaha,( sambil bayangin alfamart apa indomart) apa iya ini dibangun ditempat sepi??? Dan jika koperasi ini dagangannya rame, otomatis untung banyak tu,, siapa yang untung? Sayaaa???? Bukannnnnn yang untung semua warga desa yang mau ikut menjadi anggota koperasi bapak ibuuuuu,, maka dari ituuu ayoo gabung jadi anggota koperasi,, yang belum paham koperasi, baca lagi postingan saya sebelumnya,, ingattt dibaca yaaaaaa okeeešš¼šš¼šš¼” tulis Aldi Guntoro, pada Sabtu (10/1/2026).

Sejumlah pengguna Facebook yang mengaku warga dari Bandar Agung pun merespon dengan tajam. Namun ada pula warga yang ikut apa kebijakan yang dilakukan Kades demi kemajuan desa.
Berikut respon warga dengan adanya klarifikasi Kades Aldi Guntoro di medsos:
@Windi Wulanda: “Dari pda cuman ngetik status di sosmed karna gak semua orang punya Sosmed mending di kumpulkan seluruh desa kumpul di lapangan cari solusiĀ Gak cuman rapat di gedung yang tau hanya beberapa orangĀ Percuma ngetikāgak akan ketemu solusiĀ Kalau anda jawab gimana caranya ngumpul in masyarakat ya itu urusan bapak sebagai kepala desašš»”
@Antok : “Maaf pak lapangan seharusnya dikususkan untuk kegiatan olahraga dan kegiatan mengekspresikan anak muda seperti musik dll pak jangan ubah fungsi nya pak tolong trimakasih”
@Budi Santoso: “sebenernya saya malas untuk komen tapi ini sudah ngak bener, coba lurah itu turun dari dusun ke dusun sosialisasi kan ke warga,apa yg menjadi program,saya yakin ngak ada yg salah faham, jangan hanya segelintir orang yg diajak bicara”
@Rusmini Sarjono: “Mohon di pertimbangkan kembali jika mau membangun di lapangan,karena nantinya tidak hanya bangunan aja yang berdiri ,diperhitungkan juga tempat parkir orang yg akan belanja disitu,memang kurang efektif jika di bangun walaupun letaknya di pojok lapangan apa lagi lapangannya tidak terlalu luas,kalau banjir kebanjiran lagi,mohon maaf jika salah bicaraš”
@Bayu Morena: “Pak ini untungnya buat warga apa buat anggota dan apa ini bisa optimis seterusnya (tanya dengan nada lemah lembut)”
@Aisyah Nur Jamil: “Aq manut pak..baiknya..TPI kudu ditanggul atau pondasi tinggi….krn rawan banjir…”
Sebelumnya, Masyarakat Desa Bandar Agung, Kecamatan Bandar Sribhawono, Kabupaten Lampung Timur, melakukan penolakan adanya pembangunan gedung koperasi merah putih di areal lapangan.
Warga mengaku tidak pernah diajak musyawarah dalam program pembangunan koperasi merah putih di Desa setempat.
Warga lalu beramai-ramai mendatangi titik lokasi akan dibangunnya koperasi merah putih, warga melarang material bahan bangunan diturunkan di lokasi.
” Kami bukan menolak Koperasi merah putih, tapi tempatnya yang tidak tepat” Kata salah satu warga di areal pembangunan, Sabtu (10/1/2026)
Menurut warga silahkan membangun gedung koperasi merah putih ditempat yang tidak mengganggu fasilitas olahraga dan lain lain.
“Masyarakat mengijinkan pembangunan tapi di lokasi yang lain, bukan di lapangan” tegas Warga.
Kades Bandar Agung, Aldi Guntoro yang coba dihubungi terkait peristiwa penolakan oleh warga hingga berita ini diterbitkan belum memberikan respon.



