RADAR24.co.id — Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sapto Aji Prabowo, menegaskan segera membangun kanal secara bertahap untuk mengakhiri Konflik gajah dan manusia di Lampung Timur.
Hal itu disampaikan Prabowo usai mendengarkan tuntutan warga desa penyangga taman nasional Way Kambas (TNWK) Lampung Timur di Balai TNWK, Labuhan Ratu Lampung Timur, Selasa 13/1/2026.
“Dalam waktu dekat kita akan bangun parit gajah sebagai pembatas antara TNWK dan tanah masyarakat” ujarnya.
Dikatakan Prabowo pemerintah daerah juga telah membangun kanal di beberapa titik. Ia secepatnya akan menfusulkan ke kementrian untuk membangun tanggul permanen, benteng atau pagar listrik yang kokoh agar gajah tidak bisa lewat.
Terkait kompensasi bagi warga yang terdampak konflik dengan gajah, Prabowo telah menyampaikan kepada pemerintah daerah (Bupati).
“Kami sudah sampaikan ke Bupati, bahwa mekanisne di kabupaten bisa memberikan semacam kompensasi atau ganti rugi meskipun tidak besar” Kata Prabowo.
Sementara menurut Prabowo di Kementerian belum memiliki mekanisme terkait pemberian kompensasi bagi warga terdampak konflik gajah.
“Tapi tadi saya sudah menghubungi pak Dirjen,agar nanti mengusulkan kepada pak Menteri untuk mengkaji tentang mekanisme pemberian ganti rugi seperti itu, semuanya perlu perangkat. Tidak mungkin bisa tiba tiba TNWK atau Kementrian memberikan kompensasi, ganti rugi pakai anggaran yang tidak jelas begitu” imbuhnya.
Prabowo menjelaskan bahwa gajah yang saat ini ada di TNWK awalnya gajah dari luar yang masih memiliki insting. Terkait komitmen agar gajah tidak lagi memasuki perkebunan warga, pihak TNWK mulai malam ini akan bersiaga dan mengerahkan petugasnya bersama masyarakat menjaga titik-titik yang rawan dilalui gajah.
Ia menyampaikan bahwa penghalauan terhadap gajah agar tidak memasuki perkebunan warga tidak lagi menggunakan metode lama seperti penggunaan petasan.
“Membangun kanal kanal atau benteng ini merupakan metode yang akan kita terapkan” pungkasnya.



