RADAR24.co.id — Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) menggelar Pertemuan Bulanan PKK tingkat kabupaten di Lubuk King, Kecamatan Lembah Melintang, Kamis (15/1). Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi program PKK sekaligus evaluasi peran aktif PKK dalam mendukung program pembangunan daerah.

Ketua TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, dalam arahannya mengapresiasi dukungan penuh Kecamatan Lembah Melintang, yang ditandai dengan kehadiran seluruh wali nagari dalam kegiatan tersebut. Namun demikian, ia juga menyoroti masih rendahnya partisipasi nagari-nagari se-Pasaman Barat dalam lomba video ketahanan pangan melalui aksi penanaman cabai, yang hanya diikuti oleh tujuh nagari.

“Ini menjadi catatan serius karena belum mencapai 50 persen partisipasi. Ke depan, Bupati akan turun langsung untuk melihat dan mengecek dasawisma di nagari,” tegasnya.

Ny. Sifrowati juga menghimbau agar nagari menganggarkan minimal 100 polybag per nagari untuk mendukung gerakan menanam cabai, mengingat program tersebut akan dilaporkan langsung ke tingkat provinsi. Ia mengajak seluruh jajaran PKK untuk menjadikan tahun 2026 sebagai momentum kebangkitan gerakan ketahanan pangan keluarga.

“Penanaman cabai ini penting untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan memperkuat ketahanan pangan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua TP PKK Kabupaten juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penilaian lomba dasawisma tingkat provinsi yang akan diwakili oleh Nagari Lingkuang Aua Bandarajo dan Nagari Ranah Air Haji. Selain itu, TP PKK Kabupaten akan menggelar penilaian tingkat kabupaten dengan melibatkan juri dari provinsi guna menjamin objektivitas penilaian.

Menutup arahannya, Ny. Sifrowati mengajak seluruh kader PKK untuk memperkuat semangat gotong royong dan menjadikan PKK sebagai teladan di tengah masyarakat. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak memberikan izin kepada tuan rumah mengadakan penyambutan secara seremonial, sebagai bentuk empati atas musibah seorang anak yang hanyut di Batang Sikabau dan belum ditemukan.

“Mari kita bersama-sama mengirimkan Al-Fatihah dan berdoa agar anak kita segera ditemukan,” tutupnya.

Sementara itu, Sekretaris TP PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ramalis, menegaskan bahwa gerakan PKK tahun 2025 harus dilaksanakan secara terencana dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Ia menyampaikan bahwa seluruh program dari Pokja I hingga Pokja IV harus berorientasi pada aksi nyata, bukan sekadar kegiatan seremonial.

“Gerakan PKK harus berdampak langsung bagi masyarakat di 11 nagari perwakilan dari 11 kecamatan. Kita harus melakukan pencegahan sebelum munculnya berbagai persoalan sosial, karena itulah tugas utama PKK,” katanya.

Camat Lembah Melintang, Ikhsan Chairman, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pertemuan bulanan tersebut sempat tertunda sejak Desember akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pasaman Barat. Ia mengapresiasi peran aktif TP PKK Kecamatan Lembah Melintang yang dinilai sigap membantu masyarakat terdampak bencana, khususnya melalui keterlibatan di dapur umum dan lokasi pengungsian.

“Saat bencana, ibu-ibu PKK sangat aktif membantu. Terima kasih atas dedikasi dan kepeduliannya. PKK adalah ibu-ibu yang tangguh dan hebat. Kami berharap arahan dan bimbingan dari Ketua TP PKK Kabupaten untuk PKK Kecamatan Lembah Melintang ke depan,” ujarnya.