RADAR24.co.id – Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji, meninjau penyaluran Makanan Bergizi Gratis (MBG) khusus bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non paud, melalui program DASHAT(Dapur Sehat Atasi Stunting). Peninjauan ini untuk memastikan menu yang diberikan sesuai dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok sasaran serta sejalan dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Semangatnya ada tiga, pertama, memastikan menu MBG sesuai dengan perpres kita, tugas kita mendistribusikan MBG 3B, khusus untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita nonpaud, karena kebutuhan asupan gizinya memang berbeda, kedua, menjangkau kelompok sasaran yang selama ini belum terlayani secara optimal, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T)” ungkap Menteri Wihaji saat melakukan peninjauan di DASHAT Kampung KB Bakti Mulia, Kelurahan Kebon Pedes, Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat pada Rabu (28/01).

“Ketiga, peninjauan ini juga menjadi sarana evaluasi untuk memastikan manfaat MBG 3B benar-benar diterima oleh penerima yang tepat” lanjut Menteri Wihaji. Proses pengolahan makanan juga melibatkan warga setempat serta pendampingan ahli gizi puskesmas yang memastikan asupan gizinya sesuai kebutuhan, sekaligus mengatur ketepatan waktu konsumsi. “Saya juga ingin memastikan siapa yang makan dan jam makannya. Jangan sampai setelah ompreng ditinggal, yang makan justru orang lain” tegas Menteri Wihaji.

Menteri Wihaji juga menyampaikan masih ada wilayah yang belum terjangkau layanan SPPG, sehingga diperlukan pendekatan alternatif dengan melibatkan masyarakat setempat. “Ada beberapa warga kita, khususnya ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, yang belum bisa tercover, terutama di pulau-pulau terluar dan terpencil. Ini yang akan kami diskusikan bersama Badan Gizi Nasional untuk difasilitasi”, ujar Menteri Wihaji.

Program DASHAT Kemendukbangga/BKKBN sebelumnya telah berpengalaman menyediakan makanan tambahan, termasuk MPASI bagi bayi usia 6–12 bulan. Inovasi ini bahkan memperoleh penghargaan dari Kemenpan RB sebagai salah satu inovasi pelayanan publik terbaik tahun 2025. Saat ini, terdapat sekitar 17.690 unit DASHAT yang tersebar di seluruh Indonesia.