RADAR24.co.id — Pendampingan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan Industri Rumah Tangga (IRT) saat ini sudah semakin progresif. Banyak strategi yang dilakukan pemerintah maupun swasta dalam mendorong UMKM untuk terus maju dan berkembang.
Demikian dikatakan Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (P3AP2KB) Kabupaten Lampung Timur Titin Wahyuni, Minggu (1/1/2026) di Desa Karya Tani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung Timur.
Pentingnya UMKM diberikan pendampingan khususnya usaha mikro, katanya, karena ke depan akan mengalami banyak tantangan, mulai dari persoalan modal/biaya, manajemen keuangan.
Kemudian pengembangan produk, produksi, pemasaran, SDM, dan teknologi. Selain itu usaha mikro dengan karakteristik keterbatasan yang dimilikinya membutuhkan dukungan persiapan untuk proses adaptasi dengan lingkungan bisnis yang sesungguhnya.
“Tujuannya, agar usaha mikro tetap bertahan, bertumbuh, dan menjadi bisnis yang berkelanjutan dan naik kelas,” kata Titin Wahyuni.
Titin mengatakan, Pemerintah telah menginisiasi berbagai program dalam mendukung transformasi dan pengembangan usaha mikro. Yaitu, penyediaan akses kemudahan berusaha melalui pendampingan legalitas NIB dan sertifikasi usaha.
Lalu Kredit Usaha Rakyat (KUR), pendampingan onboarding usaha mikro untuk digitalisasinya, pendampingan kapasitas sumber daya manusia usaha mikro, serta kemitraan usaha mikro dengan koperasi dan usaha besar.
Dalam kesempatan tersebut hadir Kepala Dinas P3AP2KB, Ketua TP PKK Desa, serta 25 orang Pelaku UMKM Desa Karya Tani.



