RADAR24.co.id — Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Presidium Rakyat Tana Luwu menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Palopo, Jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Senin (2/2/2026) malam.

Dalam aksi tersebut, demonstran membentangkan kain hitam sepanjang delapan meter bertuliskan “Selamat Datang di Provinsi Luwu Raya”. Mereka juga membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Para demonstran membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak pemerintah pusat untuk mencabut moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB).

Mereka juga meminta Gubernur Sulawesi Selatan segera mengeluarkan surat rekomendasi pemekaran Provinsi Luwu Raya.

Selain itu, massa aksi mendesak Presiden Prabowo Subianto agar memberikan otonomi khusus bagi Provinsi Luwu Raya.

Demonstran juga meminta Yang Mulia Datu Luwu bersama kepala daerah se-Luwu Raya membentuk tim percepatan pembentukan Provinsi Luwu Raya di masing-masing kabupaten/kota.

Mereka turut mendorong kepala daerah se-Luwu Raya untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat hingga perangkat desa agar gerakan pemekaran semakin masif.

Dalam aksi tersebut, massa menutup setengah badan jalan. Akibatnya, lalu lintas dialihkan ke jalan lain.

Para demonstran bergantian menyampaikan orasi. Salah seorang orator mempertanyakan sikap Pemerintah Kota Palopo terkait dukungan pemekaran provinsi.

“Bupati Luwu Timur, Luwu Utara, dan Luwu sudah menyatakan dukungannya terhadap pembentukan Provinsi Luwu Raya. Lalu ke mana Wali Kota Palopo? Kenapa hingga saat ini belum menyatakan dukungannya terhadap cita-cita Wija To Luwu,” ujar orator menggunakan pengeras suara.

Ia menegaskan pembentukan Provinsi Luwu Raya merupakan tujuan utama perjuangan masyarakat.

Sementara itu, orator lainnya menyampaikan gerakan tersebut bukan untuk kepentingan kelompok tertentu.

“Gerakan ini bukan kepentingan kelompok tertentu. Gerakan ini adalah suara dan harapan masyarakat,” katanya. Orator lain juga menyoroti potensi besar yang dimiliki wilayah Luwu Raya.

“Kita memiliki sumber daya yang luar biasa di Luwu Raya, kita punya tenaga ahli di wilayah kita. Tapi apa yang menghambat pemekaran Provinsi Luwu Raya ini?” ucapnya.