RADAR24.co.id — Anggota Komisi III DPR Aceh, Nurchalis, meminta PT PLN (Persero) memastikan pasokan listrik di seluruh Aceh tetap stabil dan bebas dari pemadaman selama bulan Ramadan 1447 Hijriah. Menurutnya, keandalan listrik menjadi kebutuhan krusial bagi masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci.
Nurchalis menegaskan, Ramadan memiliki nilai sakral yang sangat tinggi bagi masyarakat Aceh. Aktivitas ibadah tidak hanya berlangsung pada waktu-waktu tertentu, tetapi hampir sepanjang hari, mulai dari siang hingga malam.
Ramadan adalah bulan yang sangat penting dan sakral. Aktivitas ibadah masyarakat berjalan hampir 24 jam. Karena itu, pasokan listrik harus benar-benar terjamin,” kata Nurchalis, Kamis (5/2/2026).
Ia menjelaskan, selain untuk kebutuhan ibadah, bulan Ramadan juga mendorong meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat, terutama di sektor kuliner yang mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini, menurutnya, turut menambah beban kebutuhan listrik di berbagai daerah.
Karena itu, Nurchalis meminta PLN mengambil langkah antisipatif sejak dini, mulai dari perbaikan teknis hingga mitigasi potensi gangguan jaringan. Ia berharap tidak terjadi pemadaman listrik selama Ramadan, kecuali dalam kondisi darurat yang benar-benar tidak dapat dihindari.
“Kami meminta PLN serius melakukan persiapan dari sekarang. Jangan sampai saat Ramadan justru muncul pemadaman yang mengganggu kenyamanan masyarakat beribadah,” ujarnya.
Ketua Fraksi NasDem DPRA itu juga menekankan pentingnya pengawasan terhadap kesiapan seluruh unit pembangkit listrik di kabupaten dan kota di Aceh. Menurutnya, kesiapan infrastruktur menjadi kunci dalam menghadapi lonjakan konsumsi listrik selama Ramadan.
“Kami mengapresiasi kerja PLN selama ini. Namun, mengingatkan kembali itu penting. Semua unit pembangkit harus dipastikan siap dan dimitigasi dengan baik,” pungkas Nurchalis.



