RADAR24.co.id — Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah akui sejarah tragedi Talangsari ada dan nyata, dan agar menjadi pembelajaran dikemudian hari. Hal itu disampaikan Ela saat menghadiri pertemuan dengan korban dan keluarga korban Talangsari Lampung 1989 di Mushola Alfalah, Dusun Subing Putra 3 , Desa Raja Basa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, Jum’at (6/2/2026).

“Ini tidak boleh dihapus, kita tidak menutup lembaran lama. Saya menilai akan ada memorialisasi sebagai edukasi publik siapapun harus tau dan tidak boleh ada kejadian seperti 37 tahun silam ini” kata Bupati Lampung Timur.

Menurut Ela memorialisasi akan dibuat di dusun Subing Putra 3 yang dahulu bernama Cihideung.

“Walaupun para korban saat ini sudah berpencar, tetapi memorialisasi tetap harus di lokasi Cihideung” kata Ela.

Ela menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memberikan sistem pelayanan masyarakat (SPM) dengan baik, “warga Talangsari adalah warga yang spesial ” imbuhnya.

Mendengar keluhan warga Talangsari yang mengaku BPJS nya menjadi mandiri yang sebelumnya PBI, Ia akan meminta afirmasi pihak BPJS dengan pemerintah Kabupaten Lampung Timur.

Sedangkan terkait lahan warga yang hingga saat ini belum jelas kepemilikannya karena belum bisa membayar PPB, pihaknya akan melakukan pengecekan di BPN.

” Nanti untuk BPJS bisa di afirmasi BPJS dengan pemerintah Kabupaten Lampung Timur, dan untuk persoalan tanah warga, akan di cek dulu di BPN,” terang Ela.

Ketua Paguyuban Keluarga dan Korban Talangsari (PK2TL) Edi Arsadad mengapresiasi Bupati Lampung Timur yang memiliki penghormatan terhadap Hak Azasi Manusia (HAM) dengan baik.

“Memorialisasi sebagai bentuk penghormatan bagi korban dan keluarganya, kita juga tidak boleh melupakan sejarah itu. Namun menjadikannya pembelajaran di masa mendatang, bahwa tidak boleh ada lagi anak bangsa yang diperlakukan sewenang-wenang oleh negara” Kata Edi.

Hadir dalam pertemuan itu, Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, Komisioner LPSK Sri Suparyati, Ketua PK2TL Edi Arsadad, Kontras, Korban dan keluarga korban Talangsari dan Mahasiswa IBN Lampung Timur.