RADAR24.co.id — Komisi untuk Orang Hilang dan tindak Kekerasan (KontraS) bersama Paguyuban Keluarga dan Korban Talangsari (PK2TL) menggelar kegiatan JELAJAH (Jejak dari masa lalu dan sejarah) sebagai bagian dari merawat ingatan akan peristiwa pelanggaran HAM berat Talangsari yang terjadi pada 37 tahun silam.

Kegiatan tersebut diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari Jurnalis, Mahasiswa, Pelajar dan organisasi kepemudaan.

Perjalanan diawali dari Bandar Lampung menuju Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik dan berakhir di Dusun Subing Putra 3 (dulu Talangsari/Cihideung) Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu Lampung Timur.

JALAJAH merupakan sebuah cara untuk mengingat kembali peristiwa yang terjadi pada warga khususnya yang menjadi korban atas tragedi penyerbuan aparat militer di dukuh Cihideung pada 6-7 Februari 1989 silam.

Komnas HAM akhirnya melakukan penyelidikan terhadap peristiwa yang mengakibatkan 246 warga sipil tewas akibat penyerbuan militer dibawah komando komandan KOREM 043 Garuda Hitam Letkol AM Hendropriyono tersebut.

Pada tahun 2008 Komnas HAM menyatakan bahwa peristiwa Talangsari merupakan Pelanggaran HAM yang berat dan merekomendasikan ke kejaksaan Agung untuk dilanjutkan ke tingkat penyidikan.

Alih-alih melakukan penyidikan, Kejaksaan Agung malah mengembalikan berkas penyelidikan yang dilakukan Komnas HAM dengan alasan kurangnya bukti.

Antusiasme terlihat saat peserta yang mengikuti JELAJAH berinteraksi secara langsung dengan para narasumber.

Salahsatu Mahasiswa sekaligus ketua BEM Institut Bhakti Nusantara (IBN) Way Jepara Lampung Timur, yang turut serta dalam kegiatan mengaku sangat bersemangat dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang peristiwa Talangsari 1989.

” ya tentunya kami bisa mendapat pelajaran dari dari kegiatan ini, Kami sebagai anak muda tidak akan lupa dwngan tragedi peristiwa Talangsari di tahun 1989″ Ujar Adam Mauladani, Sabtu (7/2/2026).

Ia mengaku sebelumnya tidak mengetahui bahwa pernah terjadi peristiwa yang sangat mengerikan di sebuah dusun terpencil yang menelan korban hingga ratusan jiwa

” Harapannya kami dari situ juga ya kami akan berusaha membuat artikel atau buku tentang peristiwa Talangsari, biar masyarakat tahu tentang tragedi Talangsari ini,” Kata Adam

Lanjut nya ” Dengan adanya artikel atau buku, agar menjadi pengingat bagi seluruh umat tentang pelanggaran HAM berat ini Dangan harapan tidak akan terulang lagi dimasa mendatang ” Imbuhnya.