RADAR24.co.id — Warga di Kelurahan Manembo-nembo, Kota Bitung mengeluhkan bau menyengat dari limbah produksi ikan kayu oleh CV Daniel Nathania Fishery.
Keluhan warga disebut sudah muncul sejak perusahaan mulai beroperasi. Bau limbah organik dari sisa produksi kerap tercium hingga ke permukiman dan jalan umum, terutama saat proses pengolahan berlangsung.
“Bau busuk dari produksi sangat kuat. Di jalan umum saja masih tercium,” kata seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (10/2/2026).
Warga berharap perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut agar tidak berdampak pada kenyamanan dan kesehatan lingkungan sekitar.
Sementara itu, pemilik CV Daniel Nathania Fishery, Rico Tatikude, mengatakan pihaknya telah memiliki sistem pengolahan limbah dan akan melakukan pengecekan terhadap keluhan warga.
“Kami memiliki dua sistem pengolahan limbah. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini. Kami akan mengecek permasalahannya, takutnya ada yang salah,” ujarnya dikutip dari Gawai.
Persoalan dampak lingkungan dari aktivitas industri di kawasan permukiman menjadi perhatian masyarakat, mengingat Kota Bitung merupakan wilayah pesisir yang bergantung pada kualitas lingkungan sebagai penunjang kesehatan warga dan keberlanjutan ekonomi lokal.



