RADAR24.co.id – Bupati Belu, Willybrodus Lay, SH didampingi Wakil Bupati Belu, Vicente Hornai Gonsalves, ST dan Penjabat Sekretaris Daerah Belu Elly Ch. Rambitan, SH membuka Rapat Evaluasi bersama Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Belu. Kegiatan tersebut berlangsung di Lantai I Kantor Bupati Belu, Senin (9/2/2025).
Rapat evaluasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang digelar beberapa waktu lalu.
Dalam arahannya, Bupati Belu menyampaikan bahwa terdapat enam poin penting hasil Rakornas bersama Presiden Republik Indonesia yang harus menjadi perhatian serius seluruh OPD di Kabupaten Belu.
“Ada enam poin penting hasil Rakornas bersama Presiden, yakni pengentasan kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, Program MBG yang ditargetkan semua sudah terlayani tahun 2026, Koperasi Desa Merah Putih, perang terhadap sampah, penertiban papan reklame, dan Sekolah Rakyat,” ujar Bupati Willy Lay.
Terkait program Sekolah Rakyat, Bupati Willy Lay menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Belu saat ini sedang berproses dalam penyediaan lahan.
“Kabupaten Belu untuk Sekolah Rakyat saat ini lagi berproses terkait lahan yang nantinya akan ditempatkan di Desa Teun,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati Willy Lay menegaskan bahwa penanganan kemiskinan harus dilakukan berbasis data serta membutuhkan kolaborasi lintas OPD dan pihak terkait lainnya.
“Kemiskinan harus dikerjakan sesuai data dan kita harus kerja keroyokan agar bisa keluar dari permasalahan ini. Dengan adanya kasus di Ngada, kita dituntut harus bekerja ekstra,” tegasnya.
Untuk persoalan sampah, Bupati Belu menekankan pentingnya pemilahan sampah berdasarkan jenis serta pengelolaan melalui daur ulang. Selain itu, pemerintah akan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.
“Pemerintah akan terus melakukan sosialisasi dari tingkat bawah kepada seluruh lapisan masyarakat agar membuang sampah pada tempatnya dan mengurangi penggunaan sampah plastik,” ujarnya.
Bupati Willy Lay juga meminta seluruh OPD berkolaborasi dalam memerangi persoalan sampah, termasuk pemasangan papan peringatan di titik-titik rawan pembuangan sampah.
“Kita akan pasang papan peringatan di setiap titik vital yang selama ini sudah diidentifikasi sebagai tempat membuang sampah oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Terkait Program MBG, Bupati Belu menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan membagi tugas kepada masing-masing OPD untuk melakukan pengawasan di setiap kecamatan.
“Program MBG ini bulan Oktober targetnya sudah harus 100 persen, dan untuk Kabupaten Belu saat ini sudah ada enam dapur yang beroperasi,” jelasnya.
Sementara itu, untuk penertiban papan reklame, Bupati Belu meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) agar berkolaborasi dengan OPD terkait dalam pelaksanaannya. Selain itu, Bupati Willy Lay juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat agar semakin baik dan responsif.



