RADAR24.co.id — Kepala Desa Sambeng Kecamatan Borobudur Kabupaten Magelang, Rowiyanto, dikabarkan hilang sejak 5 Desember 2025 lalu. Ia menghilang sehari setelah menghadiri pertemuan bersama warga yang menolak rencana penambangan tanah uruk untuk proyek Tol Jogja-Bawen.
Kasus ini bermula dari sosialisasi rencana pertambangan tanah uruk yang digelar pada 14 Juli 2025 dan difasilitasi perangkat Desa Sambeng. Humas Paguyuban Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan dan Tanah Air (Gema Pelita) Sambeng, Khairul Hamzah, mengungkapkan bahwa seluruh warga yang hadir dalam sosialisasi tersebut menyatakan penolakan terhadap aktivitas pertambangan.
Namun, pada September 2025, muncul kabar bahwa 80-90 persen warga telah menyetujui rencana tambang. Informasi ini membuat warga heran karena sebelumnya mereka telah sepakat menolak. Beredar pula informasi tentang sekelompok orang yang berkeliling ke rumah warga untuk membujuk mereka menerima kegiatan penambangan.
Pada 4 Desember 2025 malam, digelar pertemuan antara warga, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), perangkat desa, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) termasuk Kapolsek dan Danramil. Dalam pertemuan tersebut, warga kembali menegaskan penolakan mereka terhadap rencana penambangan yang mengancam lahan pertanian produktif.
Dalam pertemuan tersebut, Rowiyanto menunjukkan keberpihakan kepada warga dalam pertemuan tersebut. Rowiyanto bahkan menandatangani surat pernyataan penolakan tambang dan berjanji akan mendampingi masyarakat menjaga kelestarian lingkungan desa.
Sehari setelah pertemuan tersebut, tepatnya pada Jumat pagi 5 Desember 2025, Rowiyanto masih terlihat aktif menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan gedung koperasi desa. Namun, sejak siang hari, ia menghilang tanpa jejak dan tidak memberikan kabar kepada siapa pun.



