RADAR24.co.id — Pemerintahan Ardito – Komang memasuki satu tahun memimpin Lampung Tengah dengan juluk beguwai jejamo wawai, namun tidak ada pembangunan yang signifikan atau program yang terukur, hanya ceremony dan acara-acara dinas yang tidak ada relevansi bagi masyarakat.
Kebijakan dan program satu tahun belakangan ini juga mendapat sorotan tajam dari Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Lampung tengah M Hefki Aburizal, menurutnya pemerintahan Ardito – komang dari awal dinilai gagal dan tidak terukur tanpa melihat sisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) “contoh didepan mata adalah tidak realisasi proyek yang ada di kantor pemda, rumah dinas (Rumdis) sekda dan kandang hewan yang ada di nuwo balak” tegasnya. (Jumat, 20 Febuari 2026)
Hefki mengungkapkan, bahwa pemerintahan Ardito – komang terlihat asal _ketemu_ atau bisa dikatakan tidak jelas arah pembangunannya dan kebanyakan tidak ada relevansi bagi masyarakat “jadi pemerintah itu harus bukan hanya melihat sisi ekonomis, namun sisi pemanfaatan, kalau proyek yang selama ini dijalankan itu untuk pejabat sendiri, bukan dinikmati masyarakat luas”ungkapnya.
Mantan aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini juga jadi menilai, bahwa kegagalan itu terbukti dengan masuknya bupati nonaktif, Ardito Wijaya sebagai tersangka bersama 4 orang lainnya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) “sudah hampir 2 bulan pak komang ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) rasanya tidak jauh beda artinya hanya sekedar kunjungan atau ceremony belaka tanpa ada eksekusi yang jelas dan terasa bagi masyarakat” tutupnya.



