RADAR24.co.id – Solidaritas Mahasiswa Paniai se-Indonesia menyampaikan desakan tegas kepada Pemerintah Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, agar segera mencairkan dana Panitia Khusus (Pansus) yang telah disepakati dalam rapat di Aula Kantor DPRD Kabupaten Paniai.
Dalam pernyataan sikap resminya, mahasiswa menilai penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Paniai belum berjalan maksimal, khususnya dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA) dan sumber daya manusia (SDM). Mereka menyebut kondisi tersebut menjadi alasan utama dibentuknya Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal aspirasi mahasiswa dan masyarakat Paniai.
Menurut mereka, pembentukan Pansus merujuk pada Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 42 Tahun 2014. Dalam regulasi tersebut, Pansus merupakan alat kelengkapan dewan yang bersifat sementara dan dibentuk untuk membahas persoalan tertentu yang dianggap mendesak, baik dalam fungsi legislasi, pengawasan, maupun anggaran.
Mahasiswa menjelaskan bahwa tim Pansus yang telah dibentuk membutuhkan dukungan anggaran, khususnya biaya transportasi, guna menindaklanjuti dan mengantar aspirasi masyarakat Paniai ke Jakarta Pusat. Namun hingga saat ini, dana transportasi tersebut belum juga dicairkan.
“Kami mahasiswa Paniai bersama masyarakat menegaskan agar pemerintah segera mencairkan dana transportasi yang telah disepakati. Ini menyangkut tanggung jawab moral dan politik terhadap aspirasi rakyat,” tegas pernyataan tersebut.
Dalam sikapnya, mahasiswa juga mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap hukum dalam tata kelola pemerintahan. Mereka menyinggung ketentuan dalam KUHP serta aturan terkait tindak pidana korupsi, termasuk Pasal 221 KUHP tentang obstruction of justice, sebagai pengingat agar tidak ada upaya menghambat proses atau keputusan yang telah disepakati secara resmi.
Solidaritas Mahasiswa Paniai se-Indonesia berharap pemerintah daerah segera merespons tuntutan tersebut secara bijaksana dan transparan demi menjaga stabilitas daerah serta menjamin tersalurkannya aspirasi masyarakat secara demokratis.
Pernyataan tersebut ditutup dengan seruan persatuan dan komitmen memperjuangkan kepentingan rakyat Paniai.
“Hidup mahasiswa dan masyarakat Paniai yang peduli alam dan manusia”



