RADAR24.co.id — Kepala Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Makanan Bergizi Gratis (MBG) kali bening II, Kecamatan Pekalongan, Lampung Timur, memecat relawan dan tenaga ahli (TA) gizi dengan cara sepihak. Hal itu diungkapkan oleh mitra dapur kali bening II kepada wartawan, Sabtu (28/02/2026).

“kasihan sama relawan dan tenaga ahli gizi nya, padahal mereka di dapur saya kinerjanya baik belum pernah ada selisih dengan tim, tapi di pecat oleh kepala dapur dan saya tidak bisa berbuat apa-apa karena semua itu atas rekom dia,” ujar Suharyanto.

Masih dikatakan oleh Suharyanto,”Padahal yang di pecat itu termasuk orang-orang yang membutuhkan pekerjaan dikarenakan mereka adalah tulang punggung keluarga, sikap kepala SPPG nya Arogan dikit-dikit main pecat,”tegasnya

Dihadapan wartawan, Rehan menceritakan kronologis pemecatan sepihak dirinya yang di lakukan oleh kepala SPPG dapur MBG kali bening II.

“Awalnya disuruh ngangkat barang pribadinya tetapi caranya kurang pas, ohya nanti saya bantu jawab saya, terus dia nyamperin tiba – tiba berbicara kasar terhadap saya sampai menggebrak meja juga,”kata Rehan (20), salah satu relawan dapur MBG kali bening II yang di pecat oleh kepala SPPG.

Bukan hanya relawan dapur, kepala SPPG itu juga memecat tenaga ahli gizi bernama Bella.

Meskipun dilarang melakukan pemecatan, saat dikonfirmasi oleh wartawan, Kepala dapur berinisial RM membenarkan pemecatan terhadap relawan dan tenaga ahli gizi.

“alasannya gini pak, pada saat itu di dapur ada pergantian kamar sedangkan relawan yang ada disitu hanya rehan, saya minta bantu dengan rehan, saat disuruh dia membangkang, saya tegur sekali dua kali dia malah sepertinya tidak terima kaya mau ngajak ribut, sedangkan kalau si Bella dia tidak bisa berdiskusi dengan tim seperti Asisten Lapangan (Aslap) dan security dan pemecatan itu berdasarkan diskusi bersama,”jelas RM Kepala SPPG dapur MBG kali bening II.

Lebih jauh RM menjelaskan”Memang Kepala SPPG tidak boleh memecat tapi konteks di situ ada kepala SPPG berwenang mengatur kondusifnya pekerjaan sesuai dengan aturan, di point nomor B juga agar dapat mengondisikan dengan baik,”tutup nya.

Diketahui, Berdasarkan aturan Badan Gizi Nasional (BGN) dan prosedur internal Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, terdapat aturan ketat mengenai pemberhentian relawan maupun tenaga inti (ahli gizi/akuntan). Pengelola SPPG dilarang memecat relawan secara sepihak, terutama dengan alasan pengurangan jumlah penerima manfaat MBG.