RADAR24.co.id — Menyusul langkah penyesuaian batas wilayah antara Kota Bandar Lampung dan Kabupaten Lampung Selatan mendapat dukungan penuh dari seluruh fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandar Lampung.
Delapan fraksi sepakat mendorong pembentukan Panitia Khusus (Pansus) guna membahas rencana bergabungnya delapan desa di Kecamatan Jati Agung ke wilayah administratif Kota Bandar Lampung.
Kesepakatan tersebut menguat seiring adanya persetujuan dari delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, yang secara resmi menyatakan keinginan untuk bergabung dengan Kota Bandar Lampung.
Seluruh fraksi DPRD Kota Bandar Lampung, yakni PKS, Gerindra, PDI Perjuangan, PAN, Golkar, Demokrat, PKB, dan NasDem, pada prinsipnya menyatakan dukungan agar proses penyesuaian batas wilayah dibahas melalui mekanisme kelembagaan DPRD dengan membentuk Pansus.
Ketua Fraksi PKS DPRD Kota Bandar Lampung, Agus Widodo, menegaskan bahwa proses penyesuaian batas wilayah harus dipersiapkan secara serius dan matang.
“Proses ini harus dipersiapkan secara serius. Pemerintah Kota Bandar Lampung dan DPRD perlu bergerak cepat, duduk bersama, dan memastikan seluruh aspek administratif, pelayanan publik, serta hak-hak masyarakat terdampak benar-benar terjamin,” ujar Agus saat di konfirmasi, Kamis (29/01/2026).
Dari Fraksi PDI Perjuangan, Endang Asnawi Praja menyatakan persetujuannya terhadap pembentukan Pansus.
“Saya setuju, memang harus dibuat Pansus seharusnya,” katanya.
Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Bandar Lampung, Rezki Wirmandi, juga menyatakan dukungan, meski menekankan perlunya pembahasan lanjutan di tingkat pimpinan DPRD.
“Saya setuju, tetapi harus dibicarakan lagi dengan para pimpinan,” ujarnya.
Sikap serupa disampaikan Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bandar Lampung, Edison Hadjar, yang menyatakan dukungan secara tegas.
“Saya setuju,” ucapnya singkat.
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, menilai pembentukan Pansus menjadi langkah penting mengingat kompleksitas dampak yang akan ditimbulkan dari penyesuaian batas wilayah.
“Saya rasa Pansus itu penting. Ini bukan sekadar perpindahan data atau batas wilayah, tetapi juga perpindahan kehidupan dan peradaban dari Lampung Selatan ke Kota Bandar Lampung yang tentu memiliki karakter berbeda. ujar Asroni.



