RADAR24.co.id — Eskalasi konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah menjadi perhatian berbagai pihak di dunia, termasuk kalangan mahasiswa. Situasi tersebut dinilai berpotensi memperburuk krisis kemanusiaan serta meningkatkan ketegangan geopolitik global.
Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Persiapan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Lampung, Wilu Gangga di Lampung Timur, Kamis 5 Maret 2026, menyampaikan keprihatinannya terhadap konflik bersenjata yang terjadi dan menyerukan pentingnya upaya perdamaian melalui jalur diplomasi internasional.
Menurutnya, konflik militer yang melibatkan negara-negara besar tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas bagi stabilitas dunia, termasuk krisis kemanusiaan yang dirasakan oleh masyarakat sipil.
“Perang yang terjadi antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran tidak hanya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga berpotensi memicu krisis kemanusiaan global. Dunia membutuhkan diplomasi dan dialog, bukan eskalasi militer yang justru memperpanjang penderitaan masyarakat sipil,” ujar Wilu Gangga.
Ia juga menegaskan pentingnya peran aktif pemerintah Indonesia dalam merespons konflik tersebut melalui jalur diplomasi internasional.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton dalam konflik internasional yang berpotensi mengancam stabilitas global. Pemerintah harus mengambil peran aktif melalui diplomasi internasional untuk mendorong gencatan senjata dan terciptanya perdamaian dunia,” tegasnya.
Menurut Wilu, Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional dalam menjaga perdamaian dunia sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa, untuk meningkatkan kepedulian terhadap isu-isu kemanusiaan global serta memperkuat solidaritas di tengah situasi dunia yang semakin tidak menentu.
“Mahasiswa tidak boleh apatis terhadap tragedi kemanusiaan yang terjadi di berbagai belahan dunia. Kita harus tetap konsisten menyuarakan perdamaian serta menolak segala bentuk kekerasan yang mengancam kehidupan umat manusia,” tutupnya.



