RADAR24.co.id — Menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan ke siswa taman kanak-kanak Aisyiyah Bustanul Athfal TK ABA, Desa Toto Projo, kecamatan Way Bungur, Lampung Timur, berupa roti dan puding berbau dan berair. Alhasil wali murid membuang makanan tersebut karena khawatir anaknya akan keracunan. Jumat, (6 Maret 2026).

“Menu MBG berupa puding dan roti sudah mengeluarkan bau tak sedap dan berair, makanan kayak gini mau di kasih ke anak-anak, coba dulu mereka yang ngelola makanan ini disuruh makan, jangan jadikan anak anak korban bisnis mereka, kalau masih seperti ini mending tak usah ada lagi MBG, kalau ada apa-apa mereka cuma cari asalan, jangan tunggu ada korban jiwa dulu baru di periksa, di MBG kan ada bidang bidang yg mengawasi, kenapa masih seperti ini hasil nya” Sungut seorang wali murid.

Merasa tidak puas, salahsatu wali murid mendatangi lokasi dapur satuan pemenuhan pelayanan gizi (SPPG) yang berada di Desa Tegal ombo tepatnya di belakang Balai desa guna meminta klarifikasi pihak pengelola SPPG dan ahli gizi.

Namun salah seorang driver dapur mengatakan ketua SPPG dan ahli gizi tidak berada ditempat.

” Saya datangi dapurnya, merekalah yang mensuplay makanan ke sekolahan anak saya, tapi sampai disana kepala SPPG nya gak ada di tempat, dan ahli gizi juga gak ada” kata Wali murid yang meminta namanya tidak ditulis.

Menurut wali murid MBG yang dibagikan pada hari Jumat (6/3/2026) berupa telur 2 butir, puding 1, roti pisang 2 dan susu 1.

Informasi yang diterima Radar24, pihak sekolah lainnya, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Muhamadiyah Toto Projo menolak membagikan MBG berupa puding yang hendak dibagikan kepada murid dengan alasan basi dan berair.

Menurut keterangan warga sekitar dapur SPPG tersebut dikelola oleh Bhayangkari Polres Lampung Timur.

Hingga berita ini diterbitkan, redaksi Radar24 masih berusaha menghubungi pihak SPPG dan ahli gizi sebagai penanggung jawab.

Sementara Kapolres Lampung Timur, AKBP Heti Patmawati saat dikonfirmasi membenarkan bahwa dapur SPPG tersebut dikelola oleh Bhayangkari polres Lampung Timur.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya sudah mengecek ke bagian penyiapan, dan menurutnya telah sesuai SOP dan dinyatakan aman.

Terkait puding yang berair, Heti mengatakan dikarenakan menguap, yang diperkirakan petugas menutup saat dalam keadaan panas.

” Betul pak milik bhayangkari Polres hanya kami sudah cek ke bagian penyiapan dan sudah sesuai SOP sudah disecurity food aman dan juga kita cek ke ahli gizinya. SOP tetap berjalan. Tapi memang ada beberapa puding yang terlihat berair itu karena menguap mungkin karena tertutup jadi panas menguap. Tidak berlendir pak hanya karena menguap” kata Kapolres.

Heti menegaskan, pihaknya telah mengingatkan tim bagian penyiapan makanan untuk di Security food sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat

” Kami ingatkan tim bagian penyiapan makanan karena semua sebelum didistribusikan sudah di security food sebelum dikirimkan ke penerima manfaat” tutupnya.