RADAR24.co.id — Bentrokan antarwarga terjadi di Pulau Adonara, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, pada Jumat (6/3/2026) pagi. Konflik tersebut melibatkan warga Desa Narasosina dan warga Dusun Bele, Desa Waiburuk, Kecamatan Adonara Timur.

Berdasarkan keterangan warga di lokasi, bentrokan itu mengakibatkan sejumlah rumah dan gudang milik warga terbakar. Warga menyebut sekitar 10 rumah milik warga Desa Bele diduga dibakar oleh massa dari Desa Narasosina.

Peristiwa ini diduga dipicu oleh konflik sengketa tanah ulayat yang telah lama terjadi antara kedua kelompok masyarakat. Ketegangan tersebut akhirnya memicu bentrokan terbuka pada Jumat pagi.

Selain kerusakan rumah dan bangunan warga, beberapa orang dilaporkan mengalami luka akibat serangan senjata rakitan. Para korban sempat dilarikan untuk mendapatkan perawatan di RS Pratama Adonara dan fasilitas kesehatan terdekat.

Sumber dari pihak rumah sakit menyebutkan beberapa korban mengalami luka tembak pada bagian kaki dan paha akibat senjata rakitan yang digunakan saat bentrokan terjadi.

Situasi bentrokan membuat warga di sekitar lokasi kejadian menjadi ketakutan dan menghentikan aktivitas mereka. Sejumlah masyarakat memilih tetap berada di rumah karena khawatir konflik meluas.

Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial juga memperlihatkan kepulan asap tebal dari rumah warga yang terbakar, sementara bentrokan terjadi di sekitar jalur jalan raya yang menghubungkan wilayah Adonara.

Sementara itu, aparat gabungan dari kepolisian dan TNI telah diterjunkan ke lokasi untuk mengamankan situasi serta mencegah konflik semakin meluas. Kapolres Flores Timur menyatakan personel keamanan sudah bergerak menuju lokasi kejadian untuk meredam bentrokan antarwarga.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa. Namun sejumlah warga mengalami luka-luka dan kerugian material dilaporkan cukup besar akibat pembakaran rumah dan bangunan milik warga.

Pihak aparat keamanan bersama pemerintah daerah diharapkan segera melakukan langkah penanganan dan mediasi agar situasi keamanan di wilayah Adonara kembali kondusif