RADAR24.co.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana di berbagai wilayah Indonesia pada periode Jumat (6/3) pukul 07.00 WIB hingga Sabtu (7/3) pukul 07.00 WIB. Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian tersebut didominasi oleh cuaca ekstrem dan angin kencang di beberapa provinsi.
Banjir terjadi di Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung, pada Jumat (6/3) yang menyebabkan sekitar 444 kepala keluarga terdampak dan 1 orang dilaporkan hilang. Hingga saat ini, banjir berangsur surut dan proses evakuasi warga masih terus dilakukan. Sementara itu, banjir juga melanda Kota Bandar Lampung pada hari yang sama yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan 1 orang dilaporkan hilang. Pendataan korban terdampak masih berlangsung.
Banjir juga terjadi di Kota Cilegon, Provinsi Banten, pada Jumat (6/3) yang berdampak pada 180 kepala keluarga atau 370 jiwa. Hingga kini air masih menggenangi sebagian permukiman warga.
Di Provinsi Jawa Barat, gerakan tanah terjadi di Kabupaten Sukabumi pada Jumat (6/3) yang berdampak pada 134 kepala keluarga atau 475 jiwa. Sebanyak 120 kepala keluarga atau 407 jiwa mengungsi. Kerusakan tercatat pada 70 unit rumah rusak berat, 26 unit rusak sedang, dan 18 unit rusak ringan. Tim di lapangan masih melakukan pendataan dan asesmen lanjutan.
Selain itu, angin puting beliung terjadi di Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (6/3) yang menyebabkan sekitar 85 kepala keluarga atau 267 jiwa terdampak dengan 85 unit rumah mengalami kerusakan. Kondisi terkini dilaporkan telah kondusif.
Cuaca ekstrem di Kabupaten Pangandaran pada Jumat (6/3) berdampak pada 66 kepala keluarga atau 204 jiwa. Kerusakan tercatat pada 21 unit rumah rusak ringan dan 30 unit rumah rusak sedang. Sebagian besar bangunan yang terdampak telah diperbaiki secara gotong royong oleh warga.
Cuaca ekstrem juga terjadi di Kabupaten Karawang pada Jumat (6/3) yang berdampak pada 17 kepala keluarga atau 53 jiwa. Sebanyak 17 unit rumah terdampak, terdiri dari 14 unit rusak ringan dan 3 unit rusak sedang. Saat ini perbaikan rumah warga masih dilakukan.
Di Provinsi Jawa Tengah, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Batang pada Jumat (6/3) yang menyebabkan 3 orang meninggal dunia dan berdampak pada 75 kepala keluarga atau 290 jiwa. Kerusakan tercatat pada 57 unit rumah rusak ringan, 10 unit rumah rusak sedang, dan 6 unit rumah rusak berat. Hingga kini jaringan listrik dan komunikasi di beberapa wilayah masih mengalami kendala.
Angin kencang juga terjadi di Kota Pekalongan pada Jumat (6/3) yang berdampak pada sekitar 12 kepala keluarga dengan 12 unit rumah terdampak. Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Cilacap pada hari yang sama yang berdampak pada sekitar 22 kepala keluarga atau 59 jiwa dengan sekitar 20 unit rumah rusak ringan.
Cuaca ekstrem juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Brebes dan Kabupaten Purbalingga pada Jumat (6/3) yang masing-masing berdampak pada 38 kepala keluarga dan 93 kepala keluarga dengan kerusakan rumah dalam berbagai kategori.
Selain itu, tanah longsor terjadi di Kabupaten Brebes pada Jumat (6/3) yang berdampak pada sekitar 176 kepala keluarga atau 546 jiwa. Sebanyak 142 jiwa mengungsi dan 143 rumah terdampak, terdiri dari 52 rumah rusak berat dan 91 rumah rusak sedang. Saat ini layanan dapur umum dan pelayanan kesehatan masih diberikan kepada para pengungsi.
Di wilayah lain, banjir lahar di Kabupaten Magelang pada Jumat (6/3) menyebabkan 3 orang meninggal dunia, sekitar 5 orang luka ringan, dan 2 orang masih dalam pencarian. Kejadian ini juga berdampak pada sekitar 14 kepala keluarga dengan 14 unit rumah rusak ringan.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Klaten pada Jumat (6/3) yang berdampak pada 2.020 kepala keluarga atau 4.453 jiwa. Sebanyak 33 jiwa mengungsi dan 1.565 rumah terdampak. Saat ini dilakukan pembangunan tanggul sementara pada tanggul yang jebol.
Di Provinsi Jawa Timur, angin kencang terjadi di Kabupaten Sampang pada Jumat (6/3) yang mengakibatkan 1 orang meninggal dunia dan kerusakan pada 1 unit rumah. Selain itu, banjir juga melanda Kabupaten Probolinggo pada Rabu (4/3) yang berdampak pada sekitar 142 kepala keluarga serta Kabupaten Situbondo yang berdampak pada sekitar 50 kepala keluarga. Di beberapa wilayah, genangan air dilaporkan telah berangsur surut.
Sementara itu, di Provinsi Kalimantan Selatan, cuaca ekstrem terjadi di Kabupaten Banjar pada Jumat (6/3) yang berdampak pada sekitar 65 kepala keluarga atau 202 jiwa dengan 64 rumah terdampak. Kondisi saat ini dilaporkan relatif aman dan terkendali.
BNPB juga memantau kejadian kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Kalimantan Tengah. Hingga Kamis (5/3), total luasan lahan terbakar tercatat sekitar 272,90 hektare dengan penambahan sekitar 4,82 hektare pada hari yang sama.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diharapkan memantau prakiraan cuaca secara berkala, memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman, serta segera melaporkan kejadian darurat kepada BPBD setempat.
Pemerintah daerah bersama BPBD perlu memastikan kesiapan personel, peralatan, serta jalur evakuasi agar respons penanganan dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi apabila terjadi kondisi kedaruratan di lapangan.



