RADAR24.co.id — Menjelang penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan periode mudik Lebaran 2026, Kementerian Perhubungan melakukan pemantauan langsung terhadap pergerakan penumpang di sejumlah simpul transportasi. Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kemenhub, Suharto, meninjau operasional layanan di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) dan Terminal Tipe A Tidar Magelang, Sabtu (14/3/2026).
Kegiatan ini dilakukan bersama General Manager Bandara YIA, Kepala Stasiun KA Bandara, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II D.I Yogyakarta, Kepala BPTD Kelas I Jawa Tengah, Direktur Politeknik Perkeretaapian Indonesia (PPI) Madiun, serta Direktur Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang. Monitoring bertujuan memastikan kesiapan pelayanan di simpul transportasi yang menjadi titik mobilitas masyarakat selama masa mudik.
“Momentum mudik selalu diiringi peningkatan mobilitas masyarakat. Karena itu kami memastikan seluruh simpul transportasi siap melayani penumpang dengan standar keselamatan dan pelayanan yang baik,” ujar Kepala BPSDMP.
Dari hasil pemantauan di Bandara YIA, tercatat Jumat (13/3) menjadi hari dengan jumlah penerbangan (traffic) tertinggi, yakni 94 pergerakan penerbangan dengan 12.953 penumpang yang dilayani pada hari tersebut. Tingkat ketepatan waktu penerbangan (on time performance) tercatat sekitar 72,3 persen, dengan sebagian keterlambatan disebabkan faktor operasional maskapai. Secara umum pelayanan bandara tetap berjalan baik, dengan fasilitas pelayanan penumpang dalam kondisi operasional serta waktu proses layanan yang masih berada dalam standar pelayanan.
Sementara itu, di Terminal Tipe A Tidar Magelang terpantau adanya peningkatan aktivitas layanan bus antarkota antarprovinsi (AKAP). Berdasarkan data operasional, tercatat 2.185 penumpang datang, meningkat sekitar 72 persen dibanding hari sebelumnya. Untuk keberangkatan, jumlah penumpang juga meningkat dari 1.401 orang pada hari sebelumnya menjadi 2.286 penumpang diberangkatkan, atau naik sekitar 63,17 persen.
Peningkatan mobilitas ini diperkirakan berkaitan dengan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mulai berlaku pada 16 Maret 2026, sehingga sebagian masyarakat memilih melakukan perjalanan lebih awal sebelum memasuki puncak arus mudik.
Meski terjadi peningkatan pergerakan bus dan penumpang, kondisi operasional di Terminal Tidar terpantau tetap kondusif dan terkendali. Pengelola terminal juga secara rutin melaksanakan ramp check setiap hari untuk memastikan kelayakan kendaraan, baik dari aspek teknis maupun kelengkapan administrasi sebelum bus diberangkatkan melayani penumpang.
Suharto menegaskan bahwa monitoring di berbagai simpul transportasi merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan pelayanan transportasi berjalan optimal dengan dukungan sumber daya manusia transportasi yang profesional dan sigap di lapangan.
Dalam monitoring tersebut, Suharto juga menyoroti keterlibatan taruna Kementerian Perhubungan yang turut membantu pelayanan di berbagai simpul transportasi selama masa Angkutan Lebaran.
“Para taruna membantu petugas dalam memberikan informasi kepada penumpang, mengarahkan alur layanan, serta mendukung operasional posko sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal.” ungkapnya.
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik, memanfaatkan layanan transportasi resmi, serta menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan, sejalan dengan tagline Angkutan Lebaran 2026, “Bersama Raih Kemenangan dan Jaga Kesehatan, untuk Mudik Nyaman Bersama.” pungkasnya.



