RADAR24.co.id — Jelang puncak arus mudik Lebaran 2026, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyusuri Jalur Pantai Utara (Pantura) via darat, Sabtu (14/3) hingga Minggu dini hari (15/3). Pada kesempatan tersebut, Menhub Dudy mengunjungi dan meninjau langsung kondisi arus mudik serta masjid-masjid ramah pemudik yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat istirahat (rest area).

Menhub Dudy menilai, masjid-masjid di sepanjang Jalur Pantura berperan penting sebagai tempat beribadah, beristirahat, serta memulihkan kondisi fisik pemudik sebelum melanjutkan perjalanan.

“Kami ingin memastikan fasilitas pendukung perjalanan mudik, termasuk masjid yang kerap menjadi titik singgah, berada dalam kondisi baik dan siap melayani masyarakat,” ujar Menhub Dudy.

Adapun masjid yang dikunjungi adalah Masjid Jamie Nurul Muqorobin di Kabupaten Subang dan Masjid Jami An-Nur di Karawang. Di sana, Menhub Dudy mengecek fasilitas dasar seperti area parkir, toilet, air bersih, penerangan, tempat istirahat, ketersediaan pedagang, serta fasilitas kesehatan.

Pemanfaatan masjid sebagai tempat istirahat pemudik merupakan hasil sinergi antara Kementerian Perhubungan dengan Kementerian Agama. Total, sebanyak 6.859 masjid yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia telah disiapkan untuk mendukung hal tersebut. Menhub Dudy pun mengimbau para pemudik untuk tidak memaksakan diri saat lelah dan memanfaatkan tempat istirahat termasuk masjid, guna menjaga stamina selama perjalanan jarak jauh.

“Kami mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan masjid-masjid yang dapat dipergunakan sebagai rest area. Selain bisa beribadah, masyarakat juga dapat beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke kampung halaman. Harapan kami, dengan program ini keselamatan selama masa angkutan Lebaran akan semakin meningkat,” imbuh Menhub.

Usai menyusuri Jalur Pantura, Menhub Dudy mengakhiri perjalanannya dengan melakukan pemantauan arus lalu lintas dari Jasa Marga Tollroad Centre, Bekasi.

Turut hadir pada kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, serta Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa.