RADAR24.co.id — Polda Metro Jaya mengungkapkan temuan terbaru mengenai penyelidikan kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS Andrie Yunus. Polisi mengatakan terduga pelaku ada empat orang dalam kasus ini, dan pelaku sudah mengikuti pergerakan Andrie Yunus sebelum melakukan aksi jahatnya.

“Berdasarkan hasil analisa rakaman CCTV dari sejumlah titik di wilayah Jakarta, para terduga pelaku diduga telah mengikuti pergerakan korban sejak sebelum kejadian, pergerakan para terduga pelaku terdeteksi melalui beberapa titik kamera pengawas,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam jumpa pers di Polda Metro.

Pergerakan pelaku terdeteksi dari mulai kawasan Jakarta Selatan hingga tempat kejadian perkara (TKP). Iman mengatakan terduga pelaku sempat mengitari Jalan Medan Merdeka Raya, Jalan Ir H Juanda, kawasan Tugu Tani, hingga gedung YLBHI yang juga berada di wilayah Jakarta Pusat. Saat itu Andrie Yunus sedang berada di YLBHI. Setelah Andrie selesai menghadiri acara YLBHI, pelaku kembali mengikutinya.

Andrie disiram air keras di kawasan Salemba, Jakarta Pusat, pada Kamis (12/3) malam. Dia mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh dan kini masih menjalani perawatan intensif.

Polisi menelusuri CCTV dalam kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus. Sebanyak 86 titik kamera pengawas CCTV dianalisis petugas.

“Ada 86 titik kamera pengawas yang kami ambil sehubungan dengan titik-titik di mana diduga para pelaku penyiraman ini berangkat dan kembalinya,” kata Dirkrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin, Senin (16/3/2026).

Sebanyak 7 CCTV diambil dari sistem tilang elektronik. Kemudian ada 27 titik yang diambil dari Diskominfotik dan 8 titik dari Dinas Perhubungan.

“Kemudian ada 44 titik CCTV dari warga, artinya rumah warga, kemudian perkantoran maupun bangunan-bangunan yang ada di sekitar jalur perlintasan pelaku,” jelasnya.

Sebanyak 86 titik CCTV tersebut dianalisis. Terdapat 2.610 gambar dalam bentuk video dengan durasi mencapai 10.320 menit yang dianalisis oleh penyidik.

“Sehingga kami membutuhkan waktu cukup beberapa hari ini dalam analisa digital terhadap video rekaman CCTV yang ada di sepanjang jalur yang dilintasi oleh pelaku,” bebernya.