RADAR24.co.id — Miris, ketika Kepolisian tak mampu mengungkap kasus pembunuhan Riyas Nuraini (33), warga Kecamatan Labuhan Ratu, Lampung Timur, yang ditemukan tewas mengenaskan di dalam karung yang terikat, di ladang sawah. Kasus terjadi bulan Juli 2024, sekitar 1,5 tahun yang lalu.

Keluarga Besar Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Provinsi Lampung, pada 4 Desember 2024 telah melakukan aksi solidaritas dan doa bersama di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Lampung, 5 bulan sejak ditemukannya almarhumah Riyas, yang ternyata Kader Fatayat NU Lampung Timur. Aksi ini dilakukan lantaran pihak Kepolisian belum menemukan pelaku, dan mengungkap kasus ini. Bahkan hingga berita ini tayang.

Saat itu, massa aksi Fatayat NU Lampung diterima Karo Ops Polda Lampung Kombes Pol Ardiansyah Daulay didampingi Dirintelkam Kombes Pol Nowo Hadi Nugroho, Direskrimum Kombes Pol Pahala Simanjuntak, dan Kabid Humas Kombes Pol Umi Fadilah.

Saat dikonfirmasi, Ketua Fatayat NU Provinsi Lampung, Wirdayati pun mengaku hingga saat ini pelaku pembunuhan Riyas Nuraini, belum ditemukan. Dan pihaknya berencana akan mempertanyakan kembali tindaklanjut kasus ini, baik ke Kapolres Lampung Timur maupun Kapolda Lampung.

“Belum ada info..rencana habis lebaran kami mau menanyakan lagi,” kata Wirda, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, pada Rabu (18/3/2026).

Dia pun menilai, semakin banyak desakan untuk pengungkapan kasus ini, akan semakin baik.

“Semakin bnyak desakan dr segala penjuru semakin baik,” ucapnya.

Sementara, dikonfirmasi adanya dugaan kasus ini melibatkan oknum pejabat setempat, Wirda tak menjawab.

“Panjang mb sebaiknya kapan2 meet aja,” demikian singkat Wirda ketika ditanya apa yang dipaparkan pihak Kepolisian saat Fatayat NU Lampung aksi ke Polda Lampung, pada Desember 2024 lalu.

Diketahui, Lampung Timur dihebohkan dengan penemuan jasad seorang wanita di dalam sebuah karung. Kapolres Lampung Timur AKBP M Rizal Muchtar, didampingi Kapolsek Labuhan Ratu IPTU Sukaryadi, pada Kamis (18/7/2024), menjelaskan bahwa penemuan jasad wanita tersebut, awalnya disampaikan oleh warga masyarakat.

“Petugas Kepolisian awalnya menerima laporan dari masyarakat, terkait penemuan 1 unit Sepeda Motor merk Honda Vario, yang memuat karung berisi jasad seorang wanita, di kawasan perladangan, di wilayah hukum Polsek Labuhan Ratu,” ujarnya.

Petugas Kepolisian kemudian segera meluncur ke lokasi kejadian, dan segera mengevakuasi Jasad korban ke rumah sakit, untuk dilakukan proses visum serta identifikasi.

Berdasarkan hasil informasi sementara yang dihimpun oleh Pihak Kepolisian, identitas korban adalah Riyas Nuraini (33) warga Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhan Ratu.

“Dugaan sementara, wanita tersebut merupakan korban pembunuhan, karena dari hasil visum, ditemukan ada beberapa bekas luka-luka di bagian tubuh korban,” terangnya.

Riyas Nuraini (30) ditemukan tewas mengenaskan terbungkus karung, di tengah kebun jagung di Kecamatan Labuhan Ratu, Kabupaten Lampung Timur pada Kamis (18/7/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. Almarhumah merupakan kader Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Lampung Timur yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang online, yang mengantar dagangannya secara COD (cash on delivery).

Ketua Umum PP Fatayat NU, Margaret Aliyatul Maimunah mendesak agar Kepolisian mengungkap serta bertindak segera dalam menangkap dan menuntaskan kasus pembunuhan sadis ini.

“PP Fatayat menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Sahabat Riyas Nuraini yang meninggal syahid ketika sedang berjuang untuk keluarganya. Kami mendesak Kepolisian dan pihak terkait untuk mengungkap kasus ini, menangkap pelaku dan memberikan hukuman setimpal,” paparnya, pada Senin (22/7/2024).

Margaret menambahkan, dalam pemberitaan yang berkembang sudah menyebutkan bahwa hasil autopsi menunjukkan bahwa korban diduga dibunuh menggunakan benda tumpul. Hal ini terlihat dari adanya luka lebam di beberapa tempat terutama area wajah.

“Komitmen untuk menangkap pelaku perlu segera direalisasikan,” ujarnya.

Dirinya berharap dukungan penuh dari masyarakat, khususnya yang mengetahui mengenai kejadian ini dan dapat membantu proses penyidikan dan pengungkapan pelaku pembunuhan. Bukti-bukti maupun berbagai keterangan sangat berharga dalam proses penyidikan kasus tersebut.

Sebelum ditemukan dalam keadaan meninggal, almarhum dikabarkan menghilang sejak Rabu (17/7). Suami korban, Sukani mengaku terakhir kali melihat korban saat hendak berangkat kerja pada Rabu pagi. Kemudian hingga sore hari, korban belum juga pulang. Suaminya sempat mencari keberadaan korban ke beberapa tempat, termasuk toko pakaian tempat biasa korban mengambil barang dagangan karena menurut pengakuan pihak keluarga korban ini bisnis online shop. Suaminya ini juga menghubungi saudaranya yang lain untuk mencari keberadaan korban namun tetap tidak ditemukan.

Kemudian, pada Kamis pagi pihak keluarga mendapat kabar bahwa seorang warga yang hendak mencari rumput menemukan sepeda motor korban jenis Vario B 4416 SFX tergeletak di tengah kebun. Di sepeda motor tersebut terdapat karung, setelah dibuka karung tersebut dipastikan berisi jenazah korban.