RADAR24.co.id — Pria berinisial R (37) mengaku menjadi korban penganiayaan di salah satu Tempat Hiburan Malam (THM) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban menyebut pelaku merupakan oknum TNI dan membawa senjata tajam (sajam).
“Iya itu korbannya sudah melapor ke kami. Itu kejadiannya kemarin pagi. Menurut korban, (pelaku) itu salah satu oknum TNI,” kata Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Uji Mughni, dilansir dari detik.sulsel Minggu (12/4/2026).
Uji mengatakan kejadian tersebut terjadi di THM yang terletak di Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar pada Jumat (10/4) sekitar pukul 03.00 Wita. Berdasarkan pengakuan korban, pelaku membawa senjata tajam dan sempat mengancam korban.
“Karena dia tidak bisa pastikan (pelaku itu TNI), walaupun waktu ribut dia liat ada senjata tajam dan (pelaku) menyebut bahwa bahwa saya TNI,” bebernya.
Ia menjelaskan kejadian itu bermula saat korban datang ke lokasi dan memesan bir kaleng. Korban lalu duduk di samping pelaku yang sedang bersama ketiga rekannya di depan area panggung dan sempat saling bertukar kontak.
“Tak lama berselang korban ke toilet buang air kecil, setelah selesai korban kembali ke tempat duduk semula dan ketika korban baru duduk tiba-tiba pelaku mencari handphone (HP) miliknya,” ujarnya.
Pelaku yang tidak menemukan keberadaan HP tersebut kemudian mencurigai korban. Korban lalu ditarik ke depan pintu keluar THM tersebut dan digeledah oleh pelaku.
“(Pelaku) memaksa korban untuk membuka semua pakaian, (hingga) tersisa pakaian dalam boxer dan disaat itupun korban langsung dipukul di bagian mulut,” bebernya.
Uji mengatakan, pelaku juga memukul korban di bagian perut hingga tersungkur. Akibatnya korban mengalami luka hingga dua gigi atas dan bawah korban copot.
Tak lama berselang ponsel itu berhasil ditemukan di tempat lain. Pelaku lalu meminta maaf kepada korban dan sempat menawarkan mengantar korban ke rumah sakit.
“Akan tetapi korban menolak karena tidak ada biaya,” paparnya.
Meski demikian, Uji menegaskan peristiwa tersebut masih dalam proses penyelidikan. Sehingga identitas pelaku yang diduga oknum TNI masih diselidiki.
“Terkait nanti kita bisa memfaktakan itu TNI, kita (akan) serahkan ke Denpom, tetapi kalau memang sipil kami lanjutkan prosesnya,” tuturnya.



