RADAR24.co.id — Polisi menangkap tujuh orang terduga pengeroyokan pemuda asal Pallangga Kabupaten Gowa, 1/1/2026 Korban berinisial MFS (19) tewas mengenaskan setelah dikeroyok dan ditikam di Jalan Kerung-Kerung, Makassar, Sulawesi Selatan, tepat di detik-detik menjelang tahun 2026.

Korban mengembuskan napas terakhirnya setelah mengalami luka lebam di sekujur tubuh dan luka tikaman fatal di bagian pinggang. Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 23.52 WITA tersebut membuat korban tidak terselamatkan meski sempat mendapatkan pertolongan.

Peristiwa tragis ini bermula saat korban bersama keluarganya menyambangi sang kekasih yang tengah berjualan di pinggir Jalan Kerung-Kerung. Niat hati ingin merayakan malam tahun baru bersama, situasi berubah mencekam saat ribuan warga tumpah ruah melakukan pesta kembang api yang kemudian berujung tawuran.

Menurut saksi mata yang juga sepupu korban, Rifki Andiki, saat itu mereka tengah duduk di tempat jualan sang kekasih. Tiba-tiba, ada tembakan petasan yang diarahkan ke arah mereka sebanyak dua kali.

“Gara-gara petasan lari ke jualan ceweknya. Saya duduk dan ada dua kali tembakan petasan, saya keluar bilang sudah (menegur). Terus mereka lari dan terjadi perang (tawuran) di perbatasan,” ungkapnya.

Nahas, saat korban mencoba menegur aksi pelemparan petasan tersebut, ia justru diserang balik oleh sekelompok orang. Korban dikepung dan dikeroyok oleh sekitar tujuh orang. Dalam aksi brutal tersebut.

“Salah satu pelaku mengeluarkan senjata tajam dan menikam pinggang korban. “Ada sekitar tujuh orang yang keroyok dan mereka membawa senjata tajam,” kata Rifki.

Terpisah, Kasi Humas Polrestabes Makassar, Kompol Wahiduddin, membenarkan adanya kasus penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Ia menyatakan pihak kepolisian telah menangkap pelaku.

“Kini para pelaku sudah diamankan di Mapolrestabes Makassar untuk menjalani proses lebih lanjut serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi untuk mengungkap motif kejadian,”ujarnya.