RADAR24.co.id — Ribuan warga Lampunvg Timur yqng tergabung dalam aliamsi Desa Penyangga Taman Nasional way Kambas demo di Balai Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, Selasa pagi, 14 November 2026.
Mereka menggelar longmart menuju Balai TNWK sambil membawa sejumlaj poster berisi tuntutan, antara lain: Stop Konflik Gajah dan Manusia. Kami bukan memusuhi gajah, kami hanya ingin melindungi ladang kami. Jika TNWK tidak bisa mwnjalankan makna konservasi, pulangkan saja gajah ke asalnya.
Mereka juga mengusung Foto almarhum Kepala Desa Braja Asri Darusman, yang tewas akibat diamuk gajah liar Way Kambas saat menggiring gajah keluar lahan petanian pada akhir Desember 2025.
“Kawan kawan, kita ke sini minta keadilan, karena tanaman pertanian kami dirusak,” ujar salah seorang oator demo.
Orator demonstarasi lainnya, memgatakan konflik satwa gajah way kambas dengan masyarakat desa penyangga telah berlangsung puluhan tahun dan belum berkesudahan.
Kami dari lahir, berkonflik dengan gajah.
Kepala.desa kami jadi korbannya, orang tua kami jadi korban, kami tidak ingin jadi korban lagi. Lahn pertanina kami di rusak oleh gajah,” ujar orator.
Orator mengatakan, masyarakat desa penyangga meminta Balai TNWK menghentikan konflik satwa gajah dan manusia.
“Kami meminta Balai TNWK menstop konflik manusia dengan gajah. Kami minta stop konflik gajah mulai malam ini,” jelasmya.
Aksi unjuk rasa ini mendapat pengamanan dari Kepolisian Resor Lampung Timur, dan Kodim 0429 Lampung Timur.
Kapolres Lampung Timur AKBP Heti Patmawati berterima kasih demo menyampaikan aspirasi berjalan tertib.
“Kami yang berjaga mengawal semuanya, silahkan sampaikan orasi, keluh kesahnya, sampaikan semuanya dengan tertib dan aman,” imbau Kapolres.
Dandim 0429 Lamtim Letkot Danang Setiaji meminta demo dilaksanakan tertib, dan baik.



