RADAR24.co.id — Asosiasi Lembaga Survei dan Hitung Cepat Indonesia (ALSHCI) resmi menetapkan Ahmad Muhaimin, M.Si sebagai Ketua Umum ALSHCI periode 2026–2030, menggantikan Ketua Umum sebelumnya Dr. Eko Kuswanto, M.Si. Penetapan ini dilakukan dalam Musyawarah Nasional (MUNAS) II ALSHCI yang berlangsung di The Acacia Hotel, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
MUNAS II menjadi momentum penting bagi ALSHCI untuk melakukan evaluasi organisasi, konsolidasi nasional, sekaligus merumuskan arah baru lembaga survei dan hitung cepat di tengah dinamika demokrasi serta percepatan transformasi teknologi data.
Rilis yang diterima di Lampung Timur, Minggu (25/1), forum ini dihadiri pengurus, Dewan Etik, serta pimpinan lembaga survei anggota ALSHCI dari berbagai daerah, Ahmad Muhaimin terpilih secara musyawarah mufakat. Sosok yang dikenal aktif di dunia riset dan penguatan metodologi survei ini dinilai mampu membawa ALSHCI melangkah lebih progresif dan adaptif terhadap tantangan zaman.
Visi Baru ALSHCI: Kredibilitas, Kolaborasi, dan Inovasi
Dalam sambutannya, Ahmad Muhaimin menegaskan bahwa kepemimpinannya ke depan akan berfokus pada penguatan integritas metodologi survei, peningkatan kapasitas sumber daya peneliti, serta perluasan kolaborasi lintas lembaga.
“ALSHCI harus menjadi rujukan etik dan metodologi, bukan hanya bagi anggotanya, tetapi juga bagi publik. Di era banjir data dan informasi cepat, kejujuran metodologi dan transparansi menjadi nilai utama,” ujar Ahmad Muhaimin.
Komitmen kepemimpinan baru ini mendapat respons positif dari berbagai perwakilan lembaga riset anggota ALSHCI.
Dukungan dan Harapan dari Lembaga Riset
Hasanudin Muhammad dari Forssa (Forum Riset Sakai Sambayan) menilai terpilihnya Ahmad Muhaimin sebagai sinyal kuat bahwa ALSHCI ingin melangkah lebih matang secara intelektual dan kelembagaan.
“Ke depan, tantangan lembaga survei bukan hanya soal akurasi angka, tetapi bagaimana riset mampu memberi makna bagi pengambilan kebijakan dan pendidikan publik. Kami berharap ALSHCI di bawah kepemimpinan baru dapat menjadi ruang tumbuh bagi riset yang beretika, kritis, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat luas,” ungkap Hasanudin.
Sementara itu, Andi Nugroho dari JSI (Jaringan Suara Indonesia) menekankan pentingnya konsistensi standar dan solidaritas antar lembaga survei di bawah payung ALSHCI.
“ALSHCI memiliki peran strategis untuk menjaga marwah lembaga survei di tengah derasnya informasi instan. Kepemimpinan baru diharapkan mampu memperkuat standardisasi, meningkatkan literasi publik tentang survei, serta mendorong kolaborasi antar lembaga agar tidak berjalan sendiri-sendiri,” ujar Andi.
Senada dengan itu, Didi Wahyudi dari Lembaga Survei Kuadran melihat MUNAS II sebagai titik balik penting menuju organisasi yang lebih profesional dan berkelanjutan.
“ALSHCI harus tampil sebagai organisasi modern yang responsif terhadap perubahan teknologi, namun tetap berpijak pada prinsip ilmiah. Harapannya, kepengurusan baru dapat memperkuat sistem internal, pembinaan anggota, dan menjadikan ALSHCI semakin dipercaya oleh publik dan pemangku kepentingan,” kata Didi.
Apresiasi untuk Kepemimpinan Sebelumnya
MUNAS II ALSHCI juga memberikan apresiasi kepada Dr. Eko Kuswanto, M.Si atas dedikasi dan kontribusinya selama memimpin ALSHCI. Di bawah kepemimpinannya, ALSHCI berhasil memperluas jaringan ke daerah, memperkuat konsolidasi organisasi, serta menanamkan fondasi etik lembaga survei di Indonesia.
Dr. Eko Kuswanto menyampaikan harapannya agar kepengurusan baru dapat melanjutkan dan menyempurnakan agenda-agenda strategis yang telah dirintis bersama.
Menuju ALSHCI yang Relevan di Era Data
Dengan kepemimpinan baru, ALSHCI diharapkan mampu menjawab tantangan era big data, kecerdasan buatan, dan meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi serta akuntabilitas hasil survei.
MUNAS II ALSHCI menegaskan komitmen asosiasi untuk terus berbenah, menjaga integritas profesi, dan berkontribusi aktif dalam penguatan demokrasi Indonesia berbasis data yang kredibel, bertanggung jawab, dan berorientasi pada masa depan.



