RADAR24.co.id — Sejumlah anak usia dini hingga warga lanjut usia dilaporkan mengalami muntah dan berak (muntaber) setelah menyantap telur asin yang diduga berasal dari kegiatan uji coba program pemenuhan gizi di wilayah Sukadana Ilir, Kecamatan Sukadana, Kamis (27/2/2026).
Informasi yang dihimpun media, kegiatan tersebut masih berada dalam tahap uji coba dan belum dilakukan peluncuran resmi kepada masyarakat.
Program tersebut diketahui melibatkan sebuah yayasan mitra penyelenggara program pemenuhan gizi dengan lokasi pelayanan berada di wilayah Sukadana Ilir. Namun pihak yayasan menegaskan bahwa operasional teknis di lapangan sepenuhnya dijalankan oleh pihak mitra pelaksana.
Ketua yayasan, Dewi Fajriatul Jannah, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya tidak terlibat langsung dalam pengendalian operasional kegiatan harian.
“Untuk operasional murni yang mengendalikan adalah pihak mitra, Pak,” ujarnya singkat.
Diketahui, sejumlah warga harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami gejala muntah hebat usai mengonsumsi telur asin tersebut.
Seorang balita berusia empat tahun warga Desa Pasar Sukadana dilaporkan masuk rumah sakit sekitar pukul 18.00 WIB akibat muntah berulang. Sang nenek yang turut mengonsumsi sisa makanan juga mengalami gejala serupa dan harus mendapatkan perawatan.
Kasus lain dialami seorang siswa PAUD di Sukadana Ilir yang mengalami muntah hanya sekitar 10 menit setelah menyantap telur asin pada pukul 13.00 WIB. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Sukadana sekitar pukul 15.00 WIB untuk mendapatkan penanganan medis.
Sementara itu seorang balita asal Kecamatan Bumi Agung juga mengalami muntah terus menerus sekitar 30 menit setelah mengonsumsi telur asin yang dibawa pulang oleh anggota keluarganya dari lingkungan sekolah. Hingga kini korban masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium.
Pantauan di RSUD Sukadana juga menunjukkan sejumlah anak usia dini menjalani perawatan akibat keluhan muntah dan diare.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pengelola program di lapangan, Dinas Kesehatan Lampung Timur maupun pihak rumah sakit belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kejadian tersebut.
Masyarakat berharap pemerintah daerah segera melakukan investigasi dan pemeriksaan laboratorium guna memastikan keamanan makanan yang dibagikan, terlebih program tersebut menyasar anak-anak usia dini.



