RADAR24.co.id — Video sejumlah siswa membuang paket Makanan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial dan memicu perhatian publik. Rekaman tersebut diketahui terjadi di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Ngali, Kecamatan Belo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Senin (2/3/2026).
Dalam video yang beredar di Facebook, terdengar suara perekam menyebut makanan yang dibagikan sudah basi dan meminta siswa membuangnya ke tempat sampah. Paket MBG itu terlihat dikemas menggunakan kotak makan plastik (thinwall).
“Duh bau, bau. MBG basi,” terdengar sejumlah siswa dalam rekaman sambil membuang makanan.
Kepala MIN Ngali, Bisman, membantah kabar bahwa makanan yang dibagikan dalam program MBG tersebut dalam kondisi basi. Ia menegaskan, tidak semua siswa membuang makanan, dan kejadian itu dipicu kesalahpahaman terhadap salah satu jenis menu.
Menurutnya, menu yang dipermasalahkan adalah barongko, kudapan tradisional berbahan dasar pisang yang memang memiliki tekstur lembut dan sedikit berair.
“Menunya enak dan layak konsumsi. Ini hanya salah paham karena sebagian siswa belum familiar dengan jenis makanannya,” ujar Bisman saat dikonfirmasi.
Ia juga meluruskan bahwa arahan untuk membuang makanan bukan berasal dari guru, melainkan dari seorang wali murid yang saat itu berada di lokasi.
Pihak sekolah menyatakan selama ini program MBG berjalan lancar dan sangat membantu para siswa. Insiden tersebut disebut sebagai dampak kesalahpahaman yang cepat menyebar di era media sosial.
Klarifikasi serupa disampaikan oleh Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) Lido Belo selaku penyedia menu MBG di wilayah tersebut.
Perwakilan SPPG Lido, Nana, menegaskan bahwa makanan yang dibagikan dalam kondisi aman dan layak konsumsi.
“Itu bukan basi, tetapi aroma khas pisang dalam barongko. Aromanya memang berbeda dengan puding atau makanan manis lainnya,” jelasnya.
SPPG Lido mengaku telah melakukan pengecekan langsung ke sekolah. Bahkan sejumlah relawan yang tidak menjalankan ibadah puasa turut mencicipi makanan tersebut dan memastikan kualitasnya masih baik.
Sampel makanan juga disebut masih disimpan sebagai bagian dari prosedur pengawasan mutu.
Kepala SPPG Lido Belo, Apriliani, turut mengunggah video klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa sebelum pendistribusian, setiap menu telah melalui proses pemeriksaan dan uji kelayakan.
“Video yang beredar direkam oleh salah satu orang tua siswa yang sedang menjemput anaknya. Kami sudah melakukan crosscheck sebelum distribusi,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Sebagai informasi, barongko merupakan makanan tradisional khas Bugis-Makassar yang terbuat dari pisang yang dihaluskan, dicampur santan, telur, dan gula, lalu dikukus.
Teksturnya lembut dan cenderung lembap, dengan aroma pisang yang cukup kuat.
Diduga karena belum terbiasa dengan jenis makanan tersebut, sebagian siswa mengira teksturnya yang berair dan aromanya sebagai tanda makanan basi.
Pihak sekolah dan penyedia MBG pun mengimbau masyarakat agar tidak langsung menyimpulkan informasi yang beredar di media sosial tanpa klarifikasi. Program MBG disebut tetap berjalan dan diharapkan terus mendukung pemenuhan gizi siswa di wilayah tersebut.



