RADAR24.co id — Belasan dapur SPPG di kabupaten Lampung Timur terpaksa diberhentikan sementara operasionalnya lantaran belum mendaftarkan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan tidak adanya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL). Rabu (11/03/2026).

Pemberhentian sementara operasional dapur SPPG ditandatangani langsung oleh direktur Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN-RI) melalui Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan wilayah I Dr. Harjito.

Berikut daftar SPPG di Lampung Timur diberhentikan operasional oleh BGN

1. Braja Selebah, Baraja Yekti

2. Jabung, Negara Batin

3. Jabung, Negara Batin 2

4. Marga Sekampung, Gunung Raya

5. Marga Tiga, Nabang Baru

6. Marga Tiga, Surya Mataram 2

7. Marga Tiga, Tanjung Harapan

8. Marga Tiga, Tanjung Harapan 2

9. Pasir Sakti, Mulyo Sari

10. Pasir Sakti Mulyo Sari 3

11. Pekalongan, Pekalongan

12. Pekalongan, Pekalongan 3

13. Raman Utara , Kota Raman

14. Raman Utara, Raman Aji 2

15. Sekampung, Sidodadi

16. Sekampung Udik, Bauh Gunung Sari

17. Sukadana, Sukadana 2

Bukan hanya Lampung Timur, Dapur SPPG dibeberapa Kabupaten di Provinsi Lampung seperti Bandar Lampung, Lampung Selatan, Lampung Tengah, Lampung Utara, Mesuji dan dan Tanggamus juga diberhentikan sementara operasionalnya dan terlampir dalam surat yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN-RI) dengan nomor : 766/D TWS/03/2026.

Dalam surat itu, total ada 60 Dapur SPPG di Provinsi Lampung yang ditutup sementara dan Kabupaten Lampung Timur terbanyak dapur SPPG yang operasionalnya diberhentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional Republik Indonesia (BGN – RI).

Berikut Rincian 60 Dapur SPPG di Provinsi Lampung yang operasionalnya diberhentikan sementara :

Bandar Lampung sebanyak 8 dapur SPPG, Lampung Selatan 6 dapur SPPG, Lampung Tengah 10 dapur SPPG, Lampung Timur sebanyak 17 dapur SPPG, Lampung Utara 14 dapur SPPG dan Mesuji 1 Dapur SPPG serta 4 dapur SPPG untuk wilayah kabupaten Tanggamus.