RADAR24.co.id — Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas) memastikan pelayanan publik selama masa libur Hari Raya Idulfitri 1447 H/2026 M berjalan optimal di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Kemenko Kumham Imipas, R. Andika Dwi Prasetya, berdasarkan hasil pemantauan menyeluruh yang dilakukan di berbagai satuan kerja pemasyarakatan dan keimigrasian di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Banten, Bali, dan DKI Jakarta. Senin, (23/3/2026)

Pemantauan dilakukan oleh seluruh jajaran pimpinan tinggi madya, staf ahli, staf khusus, dan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Kemenko Kumham Imipas. Berdasarkan data yang diterima menunjukkan bahwa seluruh layanan berjalan tertib, aman, dan lancar, dengan dukungan kesiapan petugas, sarana prasarana yang memadai, serta mekanisme pelayanan yang telah berjalan sesuai standar operasional prosedur.

Dalam sektor pemasyarakatan, Kemenko Kumham Imipas mencatat pelaksanaan layanan kunjungan Lebaran berlangsung dengan tertib serta mengedepankan pendekatan humanis di berbagai daerah.

“Di Lapas Kelas I Semarang misalnya, terlaksana pemberian Remisi Khusus Idulfitri kepada 872 warga binaan pemasyarakatan (WBP),” ujar Andika.

Menurutnya, pembinaan berkelanjutan menjadi kunci utama dalam mempersiapkan WBP untuk kembali berintegrasi di tengah masyarakat. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Sementara itu, Lapas Kelas I Cirebon membuka layanan kunjungan selama tiga hari dengan pengamanan ketat, termasuk penggunaan sistem biometrik untuk pencatatan keluar masuk pengunjung. Pada hari pertama, tercatat 368 pengunjung dengan 82 WBP menerima kunjungan. Layanan juga memberikan perhatian khusus kepada kelompok rentan melalui jalur prioritas, serta menghadirkan suasana yang lebih hangat melalui penampilan band warga binaan.

Di Jawa Timur, Rutan Kelas I Surabaya dan Lapas Kelas I Surabaya menunjukkan kesiapsiagaan penuh dalam menghadapi lonjakan kunjungan Lebaran. Layanan kunjungan di Rutan dilaksanakan selama tiga hari dengan kuota terbatas dan pembagian sesi yang tertib, serta pengamanan yang melibatkan unsur TNI dan Polri. Sementara itu, Lapas Kelas I Surabaya membuka layanan kunjungan selama enam hari dengan pengamanan berlapis. Petugas di kedua satuan kerja tersebut dinilai mampu menjaga stabilitas keamanan sekaligus memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Pemantauan juga dilakukan area Jawa Barat. Di Lapas Kelas IIA Bogor misalnya, terpantau memfokuskan pada kesiapan layanan publik selama masa work from anywhere (WFA) dan cuti bersama. “Hasilnya menunjukkan bahwa sarana prasarana telah siap, alur kunjungan tertata dengan baik, serta petugas dalam kondisi siaga penuh, sehingga pelayanan publik tetap berjalan optimal,” jelas Andika.

Di Rutan Kelas I Depok, pemantauan pelayanan publik dirangkaikan dengan kegiatan sosialisasi Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026. Selain memastikan kesiapan fasilitas layanan seperti area parkir, ruang tunggu, loket pendaftaran, hingga ruang penggeledahan, kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas terhadap regulasi terbaru.

Sementara itu di area Jakarta sendiri, seperti di Lapas Kelas I Cipinang, juga terpantau kesiapan pelayanan publik pada masa WFA. Hasil peninjauan menunjukkan bahwa pelayanan tetap berjalan baik, sesuai dengan SOP, serta didukung oleh kesiapan sarana dan prasarana dalam menghadapi peningkatan kunjungan selama Idulfitri.

Di wilayah Banten, di Lapas Kelas IIA Cilegon, pelayanan tetap berjalan normal tanpa penerapan WFA. Untuk mengantisipasi lonjakan kunjungan keluarga pada Idulfitri, layanan kunjungan dijadwalkan selama tiga hari dengan pengaturan waktu kunjungan yang tertib. Lapas Cilegon juga menyelenggarakan program pembinaan kerohanian melalui kegiatan Pesantren Kilat bekerja sama dengan Kementerian Agama sebagai bagian dari upaya pembinaan mental dan spiritual warga binaan.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa fasilitas pelayanan publik seperti area pendaftaran, ruang tunggu, dan ruang kunjungan telah dipersiapkan dengan baik.

Pada sektor keimigrasian, Kemenko Kumham Imipas memastikan bahwa layanan pemeriksaan keimigrasian dan penerbitan dokumen perjalanan tetap berjalan selama masa libur Lebaran.

Di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang, pemantauan difokuskan pada proses pemeriksaan keluar masuk wilayah Indonesia, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta implementasi transformasi digital dalam mendukung pelayanan yang lebih cepat dan akurat.

Di wilayah Pelabuhan Tanjung Priok, layanan keimigrasian tetap berjalan normal, termasuk pemeriksaan terhadap awak kapal WNI dan WNA. Kantor Imigrasi juga tetap membuka layanan paspor dan izin tinggal pada pukul 08.00 hingga 15.00 WIB. Selain itu, penerapan skema kerja work from office (WFO) dan work from anywhere (WFA) dilakukan secara optimal tanpa mengganggu kualitas pelayanan. Pimpinan struktural tetap bertugas di kantor guna memastikan stabilitas keamanan, sementara sistem piket diberlakukan untuk menjaga instalasi vital.

Adapun di Kantor Imigrasi Jakarta Utara, layanan paspor tetap berjalan dengan kuota yang telah disediakan, serta layanan izin tinggal bagi warga negara asing tetap dibuka. Penerapan skema kerja fleksibel juga tidak berdampak terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.

Pada Kantor Imigrasi Cilegon, pelayanan tetap berjalan melalui inovasi layanan LAPOR SAPA (Layanan Paspor Sabtu Akhir Pekan) yang turut dihadirkan guna mengantisipasi lonjakan permohonan paspor menjelang Idulfitri.

Layanan permohonan paspor dilayani melalui aplikasi M-Paspor serta mekanisme walk-in khusus bagi kelompok prioritas, seperti ibu hamil, lansia, dan anak di bawah tiga tahun. Tingkat permohonan relatif menurun, antara lain dipengaruhi oleh dinamika global, khususnya kondisi di Timur Tengah yang berdampak pada permohonan paspor untuk keperluan ibadah umrah.

“Secara nasional, Kemenko Kumham Imipas menyimpulkan bahwa pelayanan publik selama Idulfitri 1447 H berjalan optimal di seluruh wilayah pemantauan. Pengamanan dilakukan secara ketat melalui berbagai mekanisme, termasuk pemanfaatan teknologi biometrik, penggunaan tanda pengenal bagi pengunjung, serta dukungan aparat TNI dan Polri,” jelas Sesmenko Andika.

Selain itu, penguatan transformasi digital dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia terus dilakukan, khususnya di sektor keimigrasian. Sarana dan prasarana layanan, baik di lapas, rutan, maupun kantor imigrasi, telah dipersiapkan secara matang untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan layanan masyarakat.

“Tidak ditemukan gangguan signifikan selama pelaksanaan layanan. Seluruh kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Di sisi lain, sosialisasi regulasi hukum terbaru turut memperkuat kapasitas petugas dalam menjalankan tugas dan fungsi secara profesional,” pungkas Andika.

Kemenko Kumham Imipas menegaskan komitmennya untuk terus menjaga kualitas pelayanan publik, termasuk pada periode-periode dengan intensitas layanan tinggi seperti Hari Raya Idulfitri, guna memastikan masyarakat tetap mendapatkan layanan yang prima, aman, dan berkeadilan.