RADAR24.co.id — Polemik terkait menu dalam program Makan Bergizi Gratis terus menjadi perbincangan publik dalam beberapa hari terakhir setelah temuan menu lele mentah di Pamekasan.
Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Mohamad Guntur Romli menjadi pihak yang paling intens bicara menyinggung soal temuan menu lele mentah yang disebut sempat ditolak oleh sekolah di Pamekasan Madura.
Guntur Romli mempertanyakan kualitas makanan dalam program tersebut sekaligus menyinggung sikap pihak yang dinilai justru membela menu yang dipermasalahkan publik.
Dalam pernyataannya Guntur menyebut sosok Nanik yang menurutnya sempat terseret dalam kasus hoaks di masa lalu.
“Saya kira Nanik tukang hoax kasus Ratna Sarumpaet ini yang di BGN mau menegur Dapur MBG,” ujar Guntur dalam pernyataannya pada Selasa 10 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa respons yang muncul justru tidak sesuai dengan harapan publik yang mempertanyakan kualitas makanan yang disediakan untuk pelajar.
Guntur kemudian menaruh perhatiannya pada menu yang disebut terdiri dari lele mentah tahu dan tempe yang juga belum dimasak.
“Lele mentah yang ditolak Sekolah di Pamekasan ternyata malah ngebela,” ucapnya dalam unggahan di media sosial.
Ia bahkan menyampaikan kritik keras terhadap kondisi menu yang dinilai tidak layak konsumsi untuk para siswa.
“Benar-benar Maling Berkedok Gizi kenapa satu ekor lele bau amis berkumis dua potong tahu dan tempe mentah untuk 3 hari,” Guntur menuturkan.
Lanjut Guntur kondisi bahan makanan tersebut menimbulkan pertanyaan terkait kelayakannya untuk dikonsumsi oleh anak-anak sekolah.
“Lele mentah bau amis masih berkumis sudah berapa lama ditutup rapat-rapat di kotak kepanasan bersama tahu dan tempe yang juga mentah,” cetus dia.
Ia pun mempertanyakan apakah makanan tersebut masih layak dimasak untuk dikonsumsi saat berbuka puasa oleh para siswa.
“Apa masih layak digoreng untuk buka puasa kenapa Nanik tidak coba dan cicipi dulu baru komen dan ngebela,” timpalnya.
Lebih lanjut Guntur juga menyoroti kemungkinan adanya penghematan biaya dalam penyediaan menu tersebut di tingkat satuan pendidikan.
“Lauk tidak digoreng hemat minyak goreng buat jatah 3 hari,” imbuhnya dalam rangkaian pernyataan di media sosial.
Ia kemudian mempertanyakan transparansi pengelolaan anggaran program MBG yang menggunakan uang rakyat.
“Berapa mark-up nya dapur MBG masa bodoh ditolak sekolah tapi BGN yang pake duit rakyat tetap bayar kan,” tandasnya.
Sebelumnya viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan menu dalam program Makan Bergizi Gratis diduga berisi ikan lele mentah hingga disebut masih hidup.
Video tersebut langsung memicu perhatian publik dan berujung pada penolakan paket makanan oleh pihak SMA Negeri 2 Pamekasan Jawa Timur.
Polemik ini kemudian memancing klarifikasi dari Badan Gizi Nasional yang menyebut potongan video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan menu.
Dalam video yang beredar luas terlihat satu kotak makanan berisi ikan lele yang diklaim masih mentah dan disajikan bersama dua potong tahu dan dua potong tempe.
Pihak sekolah menilai kondisi ikan tersebut menimbulkan bau amis dan khawatir bahan makanan tersebut berpotensi cepat membusuk.
Karena alasan tersebut paket makanan yang datang ke sekolah akhirnya tidak diterima untuk dibagikan kepada siswa.
Informasi yang beredar menyebutkan paket MBG tersebut didistribusikan pada Senin 9 Maret 2026 sebagai jatah konsumsi siswa untuk tiga hari sekaligus.
Rencananya makanan tersebut diperuntukkan bagi siswa mulai Selasa hingga Rabu pekan ini.
Namun sebelum sempat dibagikan kepada para siswa paket makanan tersebut sudah lebih dulu menjadi sorotan setelah video penampakannya tersebar di media sosial.
Menanggapi polemik tersebut Badan Gizi Nasional memberikan klarifikasi terkait isi paket makanan yang dipermasalahkan publik.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang mengatakan video yang viral hanya menampilkan sebagian menu sehingga memunculkan kesalahpahaman.
“Berdasarkan laporan yang kami terima menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik dalam keterangannya di Jakarta.
Menurut Nanik paket makanan yang disiapkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Pamekasan Pademawu Buddagan sebenarnya terdiri dari sejumlah komponen menu yang beragam.
Menu tersebut mencakup lele marinasi tahu dan tempe ungkep roti pizza telur rebus susu full cream serta buah naga.
BGN juga menegaskan bahwa setiap menu dalam program MBG telah disusun dengan mempertimbangkan keseimbangan gizi sekaligus standar keamanan pangan.



