RADAR24.co.id — Aksi pelemparan batu oleh orang tak dikenal (OTK) menimpa seorang pengemudi mobil pikap up saat melintas di Jalan poros Limbung–Tanetea, Desa Bontosunggu, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Selasa (31/3/2026) dini hari. Saat kejadian, korban tengah membawa istri dan dua anaknya, salah satunya masih balita.
Korban, Abdul Rahim Ismar (30), mengatakan kejadian tersebut berlangsung tiba-tiba saat dirinya dalam perjalanan dari arah Kabupaten Bulukumba menuju Gowa.
“Waktu itu dari arah sana ada mobil di depan saya, saya ikuti. Pas lewat di sekitar pertamina yang gelap, tiba-tiba ada motor berpapasan. Dari jauh dia sudah angkat tangan, pas dekat saya langsung dilempar pakai batu,” ujarnya.
Ia menyebut pelaku berjumlah dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor matik berwarna hitam. Namun, ia tidak sempat melihat nomor polisi kendaraan tersebut.
“Dia berboncengan pakai motor matik warna hitam, saya tidak lihat platnya,” katanya.
Setelah kejadian, Abdul Rahim tidak mengetahui kondisi lanjutan di lokasi karena situasi gelap dan sepi. Ia memilih segera menepi untuk mengamankan diri dan keluarganya.
“Saya tidak tahu lagi kejadian selanjutnya karena tidak ada yang lihat. Saya ambil jalan di pinggir untuk menepi,” jelasnya.
Saat di lokasi, korban terlihat membersihkan pecahan kaca mobil yang berhamburan, termasuk pada wajah anaknya, serta serpihan kaca di dalam mobil dan patahan batu merah.
Setelah mengevakuasi anak dan istrinya, pengemudi tersebut melepas kaca bagian depan agar dapat melanjutkan perjalanan.
Beruntung, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Meski begitu, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp2 hingga Rp3 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban, tapi kerugian sekitar dua sampai tiga juta,” ungkapnya.
Ia juga mengaku belum melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib dan memilih pulang demi menenangkan anak-anaknya yang masih kecil.
“Saya pilih pulang dulu, anak saya masih kecil, belum satu tahun, kakaknya juga baru tiga tahun. Mereka sudah mengantuk, jadi saya mau istirahat dulu,” tuturnya.



