RADAR24.co.id — Teror digital bermodus “konfirmasi” Dana Desa dan BUMDes 2025 menghantui ratusan Kepala Desa di Kabupaten Jombang. Oknum bernama Yudi, yang mengaku dari “Media Pojok Nasional”, melancarkan rentetan ancaman via WhatsApp: mulai tuduhan tanpa data, ancaman “saya naikkan” berita, hingga menyeret nama LSM. Dalam 1 menit, 9 pesan teror bisa dikirim ke satu Kades. Ketua PKDI Jombang menginstruksikan Kades untuk melawan.

Teror 1 Menit: “Kalau Gak Direspon Saya Naikkan”. Pola teror paling brutal dialami Kepala Desa Brangkal Kecamatan Bandarkedungmulyo. Kabarjagad.id mengantongi bukti percakapan WhatsApp, Kamis 24/4/2026 pukul 09.23. Dalam 60 detik, Yudi mengirim 9 pesan beruntun.

Diawali sapaan “Assalamu’alaikum. Ijin konfirmasi DD 2025,” Yudi langsung menuding ada penyimpangan anggaran Posyandu Rp 47 juta. Tanpa memberi jeda, ia mengancam: “Kalau gak d respon saya naikkan”. Detik berikutnya ia mengeksekusi: “Ya sdh saya naikkan”, sambil menyertakan tautan berita dari sebuah situs online berjudul “Menguak APBDes 2025 Brangkal, Indikasi Penyimpangan Terbaca”.

Teror berlanjut. Yudi mengirim surat dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) JATIM CORRUPTION ANALYSIS disertai ancaman: “InshaAllah smpean di panggil”. Pagi itu, Yudi juga meneror Kades melalui panggilan suara 12 detik.

Ngaku Konsultan, Minta Nomor TPK, Ancam Naikkan Berita Gapura. Modus serupa menimpa Kepala Desa Sepanyol, Kecamatan Gudo. Bukti chat 23 April 2026 menunjukkan Yudi membuka percakapan: “Kang. Yudi media pojok nasional. Kenal?”.

Dalam chat itu, Yudi mengaku “lama pnh konsultan proyek tp swasta” dan menuduh “ada kelebihan bayar” tanpa dasar data. Ia mendesak nomor TPK dan mengancam: Kalau nunggu senin kelihatannya terlalu lama.. Ini saya link dulu terkait gapura”.

Kades Sepanyol membalas: “Iki gerbong e Kepik ketok e pak,” mengindikasikan Yudi bagian dari komplotan yang dikenal di kalangan Kades.

Ancam Perangkat Desa: “Situasi Bisa Berkembang”. Perangkat desa turut menjadi sasaran. Koordinator Tim Media Jombang memperoleh tangkapan layar pesan Yudi kepada salah satu Carik di Jombang, 18 April 2026. Yudi menulis:

“Terkait berita mohon segera koordinasi dengan baik. Jika dibiarkan, situasi bisa berkembang ke arah yang tidak diinginkan. Langkah Bapak sekarang sangat menentukan”. Ia menutup pesan: “Saya Yudi dari Media tsb”.

Ancaman itu dieksekusi. Hari yang sama pukul 16.51, tautan berita dari situs online lain soal “Rp 110 Juta Urugan Tak Terbaca di OMSPAN” dikirim ke Carik. Yudi lalu meneror dengan panggilan suara bertubi-tubi. “Jarne mas carik gak ngefek,” balas Carik sebagai bentuk perlawanan.

Satu Kecamatan Diteror: “Lurah Sak Gudo di WA Kabeh”. Saat dikonfirmasi Jumat 2/5/2026, Kades Sepanyol membenarkan teror Yudi berskala luas. “Nggak WA lagi kang. Lurah sak Gudo di WA kabeh,” tulisnya. Artinya, seluruh Kepala Desa di Kecamatan Gudo menerima pesan teror dari Yudi, termasuk Camat Gudo.

Ganti-ganti Bendera Media, Gandeng LSM. Dari 6 bukti digital yang dikantongi, Yudi terbukti memakai minimal 2 bendera media online berbeda. Saat meneror Kades Brangkal, ia memakai situs yang mengatasnamakan Media Pojok Nasional. Saat meneror Carik Brambang ia memakai situs online lain.

Yudi juga menyertakan surat dari LSM JATIM CORRUPTION ANALYSIS untuk menakut-nakuti Kades. “Ini bukan jurnalistik. Ini pemerasan berkedok pers dan LSM,” tegas salah satu Kades di Jombang.

Yudi Bungkam. Kabarjagad.id telah mengirim konfirmasi resmi ke Yudi via WhatsApp dengan 5 pertanyaan kunci hngga 2×24 jam, yang bersangkutan tidak merespons. Penelusuran di boks redaksi Media Pojok Nasional juga tidak ada nama Yudi.

“Dia mengaku dari Surabaya, bukan orang Jombang. Diduga bekerja sama dengan oknum yang mengaku media dan LSM Jombang,” ungkapnya.

PKDI Jombang: Lawan! Jangan Mau Diinjak-injak. Ketua Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Jombang, Supono, menegaskan Kades se-Jombang siap melawan oknum pemeras berkedok wartawan.

“Ketika kita menghadapi teman-teman media kalau dia baik, kita juga baik. Akan tetapi, ketika ada oknum yang memanfaatkan untuk melakukan pemerasan, ya kita lakukan perlawanan,” tegas Supono dilansir dari Kabarjagad.

“Perlawanan yang dimaksud adalah memberikan informasi kepada teman-teman untuk langkah antisipasi. Ketika kita rukun, kompak, bersatu, saya yakin mereka tidak akan leluasa,” tambahnya.

“Ini sudah saya lakukan di Kecamatan Kabuh setahun lalu. Ada media dari luar daerah dengan modus serupa. Ketika kita tidak berani melawan, kita diinjak-injak malahan,” ujar Supono.

Ia menginstruksikan Kades: “Kalau tidak jelas, tidak usah digubris. Kalau perlu, silakan datang ke kantor. Jika ada permintaan uang atau indikasi pemerasan, mari kita bersama lakukan gerakan yang lebih baik demi kondusifnya kepala desa di Jombang,” tandasnya.

Koordinator Tim menyebut pihaknya mengantongi 15 tangkapan layar dan rekaman sebagai barang bukti. Hingga berita ini diturunkan, nomor WhatsApp Yudi 0889-91xx-xxx2 masih aktif.