RADAR24.co.id — Ketua Umum (Ketum) Grib Jaya, Hercules, mengaku melakukan pembicaraan langsung melalui telfon dengan mantan ketua umum PP Muhammadiyah Dien Syamsudin, usai dilaporkan oleh putri Ahmad Bahar ke Polda Metro Jaya atas dugaan penyekapan dan pengancaman.
Hercules mengatakan dirinya menelfon Dien Syamsudin sebagai adik dan Abang.
” Tadi saya menelpon Abang saya, panutan saya, bapak Haji dan saya menyampaikan berita berita ini, dan beliau juga marah. Beliau tidak mendukung hal hal yang seperti itu. Apalagi membawa-bawa nama Muhammadiyah,” Kata Hercules saat Konferensi pers di Markas Grib Jaya Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Menurut Hercules, Dien Syamsudin mengatakan kalau Muhammadiyah itu harus membela yang benar, harus melindungi segenap bangsa, Melindungi agama muslim maupun agama non muslim itulah Muhammadiyah.
“Bukan orangnya atas nama orangnya memakai caci-maki orang, atas nama Muhammadiyah itu tidak boleh” ujar Hercules.
Hercules mengaku dalam waktu dekat akan segera bertemu Dien Syamsudin dan akan mempertemukannya dengan Amien Rais.
“Saya pun marah, saya menelpon beliau, mungkin dalam waktu dekat ini kami akan bertemu, dan beliau mengatakan adindaku, saudaraku akan mempertemukan saya dengan pak Amien Rais. Saya bilang Siap pak Kiay.. terimakasih banyak kalau memang kakandaku pak Kiay mau mempertemukan saya dengan pak Amien. dengan senang hati ya supaya tidak dianggap ada ancam-mengancam dan teror-meneror kita” terangnya.
Sementara itu, Kuasa Hukum Ilma, Gufroni, tetap berdiri pada posisi awal dan menolak penjelasan Hercules. “Bukti fisik, keterangan saksi, dan dampak psikis klien kami nyata ada. Pengakuan atau siapa yang menelepon beliau tidak mengubah fakta hukum bahwa tindakan penyekapan dan intimidasi itu benar-benar terjadi,” ujar Gufroni.
Polda Metro Jaya memastikan penyelidikan berjalan berimbang, memeriksa kedua belah pihak, dan akan memanggil pihak terkait untuk mengumpulkan seluruh bukti sebelum menetapkan langkah hukum selanjutnya.



