RADAR24.co.id  — Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Anggota DPR Aceh dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tati Meutia Asmara, SKH., M.Si meminta pemerintah untuk memperketat pengawasan terhadap stok pangan, distribusi daging, hingga kesehatan hewan kurban agar masyarakat dapat merayakan Idul Adha dengan aman dan tenang.

Menurut Tati, momen Idul Adha bukan hanya soal ibadah kurban, tetapi juga menyangkut rasa aman masyarakat dalam mengonsumsi pangan, terutama daging kurban yang harus dipastikan sehat dan bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Jangan sampai masyarakat merasa khawatir ketika ingin berkurban atau mengonsumsi daging. Pemerintah harus hadir memastikan hewan kurban sehat, layak, dan bebas PMK,” kata Tati, Senin (25/5/2026).

Politisi PKS yang juga merupakanh Alumnus Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala (USK) itu menilai pengawasan di lapangan harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pintu masuk distribusi ternak, pasar hewan, hingga lokasi penjualan sapi dan kambing kurban di kabupaten/kota.

Ia mengingatkan bahwa meningkatnya aktivitas jual beli hewan menjelang Idul Adha berpotensi memicu penyebaran penyakit apabila pengawasan kesehatan ternak tidak diperketat sejak dini.

“Petugas kesehatan hewan harus aktif turun ke lapangan melakukan pemeriksaan. Edukasi kepada pedagang dan peternak juga penting agar hewan yang dijual benar-benar memenuhi syarat kesehatan,” ujarnya.

Tak hanya soal kesehatan hewan, Tati juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga pangan dan stok kebutuhan pokok selama momentum Idul Adha. Menurutnya, lonjakan harga daging, cabai, bawang, maupun bahan pangan lainnya kerap menjadi persoalan tahunan yang membebani masyarakat kecil.

Ia meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait rutin melakukan pengawasan pasar untuk mencegah praktik penimbunan maupun permainan harga yang dapat memicu inflasi daerah.

“Idul Adha harus menjadi momentum kebahagiaan bersama. Jangan sampai masyarakat justru terbebani dengan harga kebutuhan pokok yang melonjak tinggi,” katanya.

Tati juga berharap distribusi daging kurban nantinya dapat menjangkau masyarakat di wilayah terpencil dan keluarga kurang mampu yang selama ini jarang menikmati daging.

Menurutnya, semangat Idul Adha sejatinya terletak pada nilai kepedulian dan berbagi kepada sesama.

“Bagi sebagian keluarga, daging kurban mungkin hanya mereka rasakan setahun sekali. Karena itu kita ingin pelaksanaan kurban tahun ini benar-benar membawa kebahagiaan dan keberkahan bagi semua,” tutur Tati.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, selektif memilih hewan kurban, serta mengikuti anjuran pemerintah dan petugas kesehatan demi menjaga keamanan pangan selama perayaan Idul Adha.