RADAR24.co.id — Sejumlah warga di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) nekat menyerang polisi dengan melempar batu saat hendak menyelamatkan wanita yang diduga disekap mantan pacarnya. Korban berhasil diselamatkan, sementara pelaku melarikan diri saat situasi sudah tidak kondusif.
Kapolresta Kendari Kombes Edwin L. Sengka mengungkapkan kejadian bermula saat polisi mendapatkan laporan keluarga korban di Polsek Kandai, pada Minggu (28/6) malam. Polisi lalu bergerak melakukan penyelidikan.
“Kami mendapatkan laporan orang tua korban bahwa anaknya diculik,” kata Edwin kepada wartawan, Senin (29/6/2026).
Setelah mendapat laporan itu, polisi bergerak melakukan evakuasi. Namun saat proses evakuasi, polisi mendapatkan perlawanan dari teman-teman pelaku.
“Saat proses penyelamatan terjadi perlawanan dari warga sekitar mereka melakukan pelemparan batu kepada anggota,” bebernya.
Ia mengungkapkan proses penyekapan bermula saat korban sedang bekerja. Lalu pelaku datang ke tempat kerja korban dan memaksanya untuk ikut.
“Pelaku tidak terima diputuskan oleh korban, dan korban sering menghindar ketika ingin bertemu,” tuturnya.
Edwin mengatakan pelaku lalu membawa korban ke rumahnya di Kelurahan Jati Mekar, Kecamatan Kendari. Di tempat itu, korban disekap dan diperkosa oleh pelaku.
“Korban dimasukkan ke dalam kamar dan pintu dikunci. Kemudian pelaku juga memaksa korban berhubungan badan dengan cara melakukan kekerasan dan ancaman kekerasan,” ungkapnya.
Pelaku juga mengancam hendak menyebar video syur korban jika tidak menuruti keinginan pelaku. “Pelaku juga mengancam akan menyebar video keduanya apabila tidak menuruti keinginan korban dan saat berhubungan badan,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, insiden terjadi saat polisi hendak menyelamatkan korban pada Minggu (28/6) malam. Tim Patroli Perintis Presisi Direktorat Samapta Polda Sultra kemudian mendapatkan perlawanan warga hingga pelaku berhasil kabur.
“Pelaku berhasil melarikan diri akibat situasi yang cukup dinamis karena adanya tekanan dari massa di lokasi,” kata Dantim 1 Perintis Presisi Dit Samapta Polda Sultra, Bripka Boy Sagita kepada wartawan, Senin (29/6)



