RADAR24.co.id — Muhammad Syahrul Ramadhan resmi menjabat Sekretaris Jenderal Dewan Rakyat Lampung (DRL) periode 2026‑2028, mendampingi Ketua Presidium Rafles setelah terpilih dalam Kongres ke‑XII. Penunjukan ini menandai penyesuaian strategi gerakan di tengah sengketa agraria yang masih banyak belum terselesaikan.
Langkah utama yang dijalankan: memperketat barisan di tingkat akar rumput. Menurut Syahrul, jalur lobi ke kalangan elite saja tak cukup karena sering berakhir dengan kompromi sepihak. Di hadapan regulasi dan korporasi besar, kekuatan penyeimbang utama warga adalah massa yang terorganisir rapi.
“Sebagai Sekjen, saya wajib menjaga semangat perjuangan dan tetap berada di garis yang sama bersama rakyat,” ujarnya Selasa (30/6/2026).
Strategi selanjutnya: konsolidasi basis di seluruh kawasan register, mengedepankan gerakan taktis dan solidaritas komunal. Menurutnya, kekuatan gerakan bukan bergantung pada kedekatan politik atau logistik semata, melainkan pada konsistensi kolektif warga yang ruang hidupnya terancam.
“Kita hanya punya satu senjata: solidaritas dan basis massa yang kuat. Semangat ini tak boleh luntur,” tambahnya.
Bersama kepemimpinan baru, DRL juga akan menggalang pendidikan politik dan hukum agar warga tidak mudah diintimidasi atau dipecah‑belah. Di tengah tekanan perluasan kawasan industri dan klaim sepihak atas lahan, prinsip utama: advokasi mandiri dan bebas dari ketergantungan politik praktis.
“Organisasi harus menjadi pelindung nyata bagi masyarakat adat dan warga register yang suaranya kerap diabaikan,” tegas Syahrul.
Selain penguatan struktur, disiapkan pula pemetaan komoditas dan kemandirian ekonomi, antara lain melalui pembentukan koperasi berjejaring di setiap wilayah kerja.
“Kita tidak terbiasa meminta‑minta. Sudah saatnya membuktikan: bisa berjuang di lapangan sekaligus mandiri secara ekonomi,” pungkasnya.


