RADAR24.co.id — UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kabupaten Lampung Timur menyelenggarakan Healing Day Anak 2026, sebuah kegiatan khusus yang dirancang untuk memberikan pendampingan psikososial bagi anak-anak korban kekerasan dalam rangka mendukung proses pemulihan mereka. Mengusung tema “Mewarnai Harapan, Merajut Senyuman”, kegiatan berlangsung di Griya Kebun 38, Kecamatan Batanghari, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (29/8/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh 10 anak yang saat ini sedang mendapatkan pendampingan dari UPTD PPA. Demi menjaga privasi, keamanan, dan kepentingan terbaik anak, identitas seluruh peserta tidak dipublikasikan. Suasana tempat kegiatan pun disiapkan sedemikian rupa untuk menghadirkan lingkungan yang aman, menyenangkan, dan ramah anak.
Pendekatan Berbasis Kegiatan dan Alam
Healing Day menghadirkan Fikhratul Fitriyah Musthafa, S.Psi., M.Psi., seorang psikolog yang memfasilitasi terapi kelompok dan sesi refleksi bersama peserta. Rangkaian kegiatan tidak hanya berfokus pada diskusi, tetapi juga menggunakan pendekatan yang dekat dengan dunia anak, antara lain Nature Walk “Jelajah Harapan”, permainan kelompok, terapi seni, pengenalan emosi, serta kegiatan reflektif.
Dalam kegiatan Nature Walk “Jelajah Harapan”, peserta dibagi dalam kelompok kecil dan didampingi pendamping di setiap tahap perjalanan. Anak-anak diajak melewati beberapa pos dengan tantangan sederhana yang dirancang untuk membangun rasa aman, mengenali kekuatan diri, memahami perasaan, mengembangkan kemampuan bekerja sama, serta menumbuhkan harapan. Setiap aktivitas dikemas dalam bentuk permainan agar anak dapat terlibat secara aktif tanpa merasa terbebani.
Pada akhir perjalanan, seluruh peserta berkumpul di Titik Harapan untuk mengikuti sesi refleksi bersama psikolog. Anak diberikan ruang bebas untuk mengekspresikan perasaan dan harapannya sesuai dengan tingkat kenyamanan masing-masing, tanpa paksaan apa pun.
Pemulihan Adalah Proses Berkelanjutan
Irma Rahmalita, S.Psi., selaku Konselor UPTD PPA sekaligus Koordinator Kegiatan, menjelaskan bahwa Healing Day dirancang berdasarkan kebutuhan riil anak-anak dalam proses pendampingan.
“Dalam proses pendampingan, kami melihat bahwa anak tidak hanya membutuhkan penanganan terhadap permasalahan yang dihadapinya, tetapi juga membutuhkan ruang yang aman untuk kembali mengenali dirinya, mengekspresikan perasaan, merasakan dukungan, dan membangun harapan. Karena itu, kami mencoba menghadirkan proses pemulihan melalui kegiatan yang lebih dekat dengan dunia anak, yaitu bermain, bergerak, berkarya, dan berinteraksi dalam suasana yang menyenangkan.”
Irma menegaskan bahwa konsep Nature Walk sengaja dirancang sebagai pengalaman psikososial yang memungkinkan anak belajar melalui aktivitas, bukan hanya melalui percakapan.
“Kami tidak ingin anak merasa bahwa mereka sedang mengikuti kegiatan yang penuh tekanan. Setiap pos dirancang seperti sebuah perjalanan, dengan tantangan sederhana yang mengajak anak mengenali rasa aman, melihat kekuatan dirinya, mengenali emosi, bekerja sama, hingga akhirnya menemukan harapan. Pendamping juga tetap berada bersama anak sepanjang perjalanan untuk memastikan mereka merasa aman dan nyaman.”
Lebih lanjut, Irma menyampaikan bahwa pihaknya tidak memaksa anak untuk bercerita tentang pengalaman masa lalu mereka.
“Anak berhak menentukan apa yang ingin disampaikan dan apa yang belum siap untuk dibagikan. Bagi kami, ketika anak mampu mengikuti kegiatan, bermain bersama, mencoba sesuatu yang baru, atau menemukan kembali hal-hal yang membuatnya bersemangat, itu sudah menjadi bagian dari pengalaman positif dalam proses pemulihan.”
Ia juga menegaskan bahwa satu kali kegiatan tidak bisa menyelesaikan seluruh persoalan anak.
“Healing bukan berarti satu kegiatan langsung menyelesaikan seluruh persoalan anak. Ini adalah bagian dari sebuah proses yang berkelanjutan. Tugas kami adalah memastikan anak mendapatkan dukungan yang tepat, merasa tidak sendirian, dan memiliki ruang untuk tumbuh kembali dengan rasa aman dan harapan.”
Penguatan Layanan yang Ramah Anak
Kegiatan Healing Day Anak 2026 menjadi salah satu bentuk penguatan layanan UPTD PPA Kabupaten Lampung Timur yang tidak hanya berorientasi pada penanganan kasus, tetapi juga memperhatikan aspek pemulihan psikososial anak. Melalui kegiatan yang aman, menyenangkan, dan sesuai dengan kebutuhan anak, UPTD PPA berupaya memberikan ruang bagi anak untuk tetap memiliki kesempatan bermain, belajar, berinteraksi, mengenali kekuatan dirinya, serta membangun kembali harapan.
Semangat yang menjadi pesan utama kegiatan ini adalah:
“Kamu Berharga, Kamu Kuat, Kamu Bisa.”
Diharapkan, Healing Day menjadi salah satu pengalaman positif dalam perjalanan pemulihan anak, sekaligus memperkuat komitmen UPTD PPA Kabupaten Lampung Timur untuk menghadirkan layanan yang aman, responsif, ramah anak, dan berorientasi pada kepentingan terbaik anak.



