RADAR24.co.id — Mengabdi dalam sebuah organisasi bukan hanya soal memimpin, tetapi tentang bagaimana menjaga kepercayaan, merawat kebersamaan, dan memastikan setiap langkah memberi manfaat bagi umat dan bangsa.

Semangat itulah yang mewarnai perjalanan lima tahun kepemimpinan Ketua Umum Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat Mayjen TNI (Purn) Wisnu Bawa Tenaya.

Di bawah kepemimpinannya, PHDI menghadapi berbagai dinamika organisasi sekaligus terus berupaya memperkuat peran umat Hindu dalam kehidupan sosial, keagamaan dan kebangsaan.

Wisnu mengibaratkan perjalanan tersebut seperti mengarungi samudera. Tidak selalu tenang, tetapi setiap gelombang menjadi bagian dari proses untuk terus bergerak maju.

“Selama lima tahun ini kami sudah mengarungi samudera, naik turun gelombang untuk tetap tegar dalam membangun umat dan yakin Tuhan bersama kita,” ujar Wisnu dalam rangkaian Mahasabha XIII PHDI di Jakarta.

Pernyataan tersebut menggambarkan satu pesan penting: kepemimpinan adalah perjalanan pengabdian.

Bagi PHDI, menjaga persatuan umat menjadi salah satu fondasi utama. Sebab, kekuatan organisasi tidak hanya dibangun melalui struktur kelembagaan, tetapi juga melalui kebersamaan dan kesediaan untuk saling mendukung.

Dari Pengabdian untuk Umat

Mahasabha XIII PHDI yang berlangsung di Jakarta menjadi momentum penting untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus menatap masa depan.

Mengusung tema “Penguatan PHDI Melalui Dharma Agama dan Dharma Negara Menuju Indonesia Raya”, Mahasabha tidak hanya berbicara mengenai pergantian kepemimpinan.

Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komitmen bahwa umat Hindu memiliki tanggung jawab dalam membangun kehidupan bangsa.

Wisnu pun mengajak seluruh umat memberikan dukungan kepada siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin PHDI.

“Siapa pun yang akan terpilih nantinya harus kita dukung dan bersama-sama menegakkan kehidupan Hindu dengan baik,” katanya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa regenerasi tidak seharusnya dimaknai sebagai akhir sebuah perjalanan, melainkan awal dari pengabdian berikutnya.

Merawat Keberagaman dengan Cinta

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat membuka Mahasabha XIII turut menekankan pentingnya merawat keberagaman melalui nilai cinta.

Menurutnya, Indonesia dibangun dari perbedaan yang harus dirawat dengan sikap saling menghormati.

Semangat “Kurikulum Cinta” menjadi salah satu pesan penting dalam membangun kehidupan beragama yang damai dan inklusif.

Pesan itu sejalan dengan semangat kebangsaan PHDI yang menempatkan persatuan dan toleransi sebagai bagian penting dari kehidupan umat.

Dharma Agama, Dharma Negara

Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Dharma Agama dan Dharma Negara harus berjalan berdampingan.

Umat beragama memiliki tanggung jawab untuk menjaga kehidupan spiritual sekaligus mengambil bagian dalam pembangunan bangsa.

Dalam konteks tersebut, PHDI memiliki ruang kontribusi yang luas, mulai dari pendidikan, kebudayaan, pemberdayaan ekonomi umat hingga penguatan kehidupan sosial.

Kontribusi tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan bangsa yang membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Dedikasi yang Tidak Berhenti pada Jabatan

Lima tahun kepemimpinan Wisnu Bawa Tenaya pada akhirnya bukan hanya tentang masa jabatan.

Ada proses panjang menjaga organisasi, menghadapi tantangan dan membangun komunikasi dengan berbagai elemen bangsa.

Nilai yang ingin ditinggalkan adalah bahwa kepemimpinan sejatinya bukan tentang seberapa lama seseorang berada di posisi tertentu, melainkan seberapa besar manfaat yang dapat diberikan selama mendapat amanah.

Mahasabha XIII menjadi momentum untuk meneruskan semangat tersebut.

Pergantian kepemimpinan boleh terjadi, tetapi dedikasi untuk umat, semangat menjaga persatuan dan kontribusi bagi Indonesia harus terus hidup.

Sebab, organisasi yang kuat bukan hanya lahir dari pemimpin yang mampu memimpin, tetapi juga dari kader dan umat yang bersedia melanjutkan pengabdian.

Dari perjalanan panjang mengarungi “samudera” itulah PHDI diharapkan terus berlayar—membawa semangat Dharma Agama dan Dharma Negara untuk memperkuat persatuan serta memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.