RADAR24.co.id, Lamtim — PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Timur memperkuat sinergi pelestarian lingkungan pesisir melalui pengembangan kawasan demplot mangrove seluas dua hektare di Dusun V, Desa Muara Gading Mas, Kecamatan Labuhan Maringgai.

Peresmian kawasan demplot ditandai dengan penanaman bibit mangrove secara simbolis oleh Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, pada awal September lalu. Kegiatan ini turut dihadiri unsur pemerintah daerah, jajaran TNI dan Polri, civitas akademika Universitas Nahdlatul Ulama Lampung, serta perwakilan PHE OSES dan mitra perusahaan.

 Bupati: Mangrove Penyangga Pesisir yang Nyata

Bupati Lampung Timur, Ela Siti Nuryamah, menyambut baik langkah nyata ini. Ia menegaskan keberadaan ekosistem mangrove sangat vital bagi wilayah pesisir.

“Kita akan jadikan kawasan mangrove ini sebagai pelindung, salah satunya untuk membantu meminimalisir banjir rob yang sering terjadi. Selain itu, komunitas-komunitas mangrove harus dihidupkan kembali. Kami akan bina ekosistem mangrove dan tata kelola sampahnya secara terintegrasi,” ujar Ela.

Ia juga mengapresiasi peran aktif PHE OSES dan mitra perusahaan lain yang turut terlibat.

“Alhamdulillah, ini bukan hanya upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Timur saja, tetapi ada peran serta dari PHE OSES. Terima kasih atas kontribusi nyata dalam melestarikan hutan bakau demi menjaga ekosistem pesisir di Labuhan Maringgai,” ungkapnya.

 PHE OSES: Konservasi Butuh Kolaborasi Berkelanjutan

Head of Communication Relations & CID PHE OSES, Danya Dewanti, menyampaikan bahwa pelestarian lingkungan bukan sekadar kegiatan menanam pohon, melainkan membangun kesadaran bersama.

“Kami percaya bahwa upaya memperkuat ekosistem pesisir akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan apabila dilakukan melalui kolaborasi erat dengan pemerintah daerah, komunitas, dan seluruh pemangku kepentingan,” kata Danya, saat dihubungi radar24, Selasa (13/10/2026).

“Melalui inisiatif ini, kami berharap mangrove dapat tumbuh menjadi benteng alami pesisir sekaligus mewariskan lingkungan pesisir yang lebih lestari bagi generasi mendatang,” tambahnya.

Terpadu dengan Pengelolaan Sampah Pesisir

Kawasan demplot mangrove ini juga akan terintegrasi dengan program pengelolaan sampah pesisir. Pemerintah Kabupaten Lampung Timur berencana menerapkan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), yaitu pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, sehingga sampah di kawasan pesisir dapat dikelola secara lebih terpadu dan bernilai guna.

Ke depannya, demplot mangrove di Muara Gading Mas diharapkan berkembang menjadi kawasan percontohan konservasi yang tidak hanya berfungsi melindungi garis pantai dari abrasi dan banjir rob, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan bagi masyarakat luas.