RADAR24.co.id – Kondisi psikologis korban pencabulan berinisial AKS (12), seorang siswi SD di Kendari, kini sangat memprihatinkan. Setelah menjadi korban kejahatan asusila yang diduga dilakukan oleh oknum anggota TNI, keceriaan anak ini seolah lenyap dan digantikan oleh trauma mendalam yang tak berkesudahan.

Tangis histeris, sikap menarik diri dari lingkungan, hingga tindakan nekat melukai tubuh sendiri menjadi bukti nyata betapa hancurny mental anak korban.

Pihak keluarga mengungkapkan dengan nada pilu bahwa AKS kini hidup dalam ketakutan yang luar biasa. Meski sudah dipindahkan ke rumah kerabat demi keamanan, bayangan kejadian mengerikan itu tak kunjung hilang.

“Dia sering mengurung diri di kamar dan menangis histeris tanpa sebab yang jelas. Kondisinya sangat tertekan,” ungkap sumber keluarga, Senin (4/5/2026).

Yang lebih mengkhawatirkan, tekanan mental yang dialami membuat anak di bawah umur ini nekat melakukan self-harm atau melukai dirinya sendiri sebagai bentuk pelampiasan rasa sakit yang tak tertahankan.

Kasus ini mengguncang publik karena pelaku yang diduga kuat adalah oknum TNI yang seharusnya menjadi pelindung masyarakat, justru melakukan kejahatan terhadap anak yang masih sangat belia.

Keluarga dan masyarakat menuntut agar proses hukum berjalan cepat dan adil. Namun di sisi lain, pemulihan jiwa korban menjadi hal yang tak kalah mendesak.

“Keadilan bukan hanya soal memenjarakan pelaku, tapi juga memulihkan jiwa yang telah dicuri. AKS butuh bantuan psikologis intensif dan perlindungan maksimal. Jangan biarkan anak ini menderita sendirian,” tegas pihak keluarga.

Hingga saat ini, masyarakat menunggu langkah tegas dari institusi TNI dan aparat penegak hukum untuk memberikan rasa keadilan, serta memastikan masa depan AKS tidak hancur karena ulah orang dewasa yang tidak bertanggung jawab.