RADAR24.co.id – Kabar duka sekaligus misteri menyelimuti dunia kesehatan di Lampung, setelah seorang dokter muda koas ditemukan meninggal dunia di rumah kost di Kota Metro, Selasa (21/7/2026). Hingga kini, jenis penyakit yang diduga menjadi penyebab wafatnya belum dapat diungkapkan secara rinci ke publik.
Korban teridentifikasi bernama Muhammad Zulfikar Drakel (25), mahasiswa Program Pendidikan Profesi Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang sedang menjalani masa koas di RSUD KH Ahmad Hanafiah Sukadana, Kabupaten Lampung Timur . Jenazahnya ditemukan oleh pengelola penginapan di kamar nomor 126 lantai dua Guest House Sakinah, Jalan Imam Bonjol, Kecamatan Metro Pusat, sekitar pukul 19.00 WIB, tepatnya di dalam kamar mandi.
Penemuan bermula saat pengelola mencurigai korban tidak keluar kamar selama 2 hari dan tidak dapat dihubungi. Setelah pintu dibuka, korban ditemukan sudah tak bernyawa. Pihak pengelola segera melaporkan kejadian tersebut ke Polres Metro.
Kasat Reskrim Polres Metro, AKP Rizky Dwi Cahyo, bersama tim Identifikasi Forensik (Inafis) segera turun ke lokasi guna melakukan olah tempat kejadian perkara. Petugas mengamankan barang-barang milik korban serta menelusuri rekaman kamera pengawas guna mengetahui aktivitas terakhir korban.
Pernyataan Kementerian Kesehatan dan Polisi
Dalam perkembangan terbaru, hasil investigasi bersama antara Kementerian Kesehatan, kepolisian, dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyimpulkan kematian korban disebabkan oleh kondisi kesehatan atau penyakit, namun jenisnya tidak dapat dijelaskan secara terbuka.
“Korban meninggal disebabkan akibat sakit yang tidak bisa diungkapkan kepada publik,” ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, dalam konferensi pers di RSUD Sukadana, Kamis (23/7/2026).
Yuli menambahkan, tim juga telah menelusuri berbagai kemungkinan lain, namun tidak ditemukan indikasi kelebihan beban kerja, perundungan, maupun intimidasi yang dialami korban selama bertugas.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Lampung, Josi Harnos, menyebutkan dugaan sementara adanya penyakit penyerta yang sebelumnya tidak diketahui oleh korban maupun orang lain, serta adanya indikasi infeksi, meski jenis dan sumbernya masih dalam pendalaman lebih lanjut.
Kapolres Metro, AKBP Hangga Utama Darmawan, memastikan dari hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi, tidak ditemukan unsur tindak pidana maupun tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Kematian dokter muda ini menggugah simpati luas, sekaligus menyisakan pertanyaan publik mengapa informasi pasti mengenai penyakit yang menyerang belum dapat disampaikan secara terbuka.



