RADAR24.co.id —  Material abu vulkanik hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak Jumat dini hari, kini menyebar luas dan dirasakan hingga ke wilayah Kabupaten Lampung Timur. Sabtu (5/9/2026) malam, warga Kecamatan Sekampung Udik mulai merasakan dampak jatuhnya butiran abu vulkanik.

Sekitar pukul 21.30 WIB, warga mulai merasakan mata perih saat berada di luar rumah. Debu halus tampak menipis menutupi lantai, kendaraan yang terparkir di luar rumah, serta permukaan tanah.

Toni, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Sekampung Udik, mengaku baru menyadari penyebab gangguan pada matanya setelah berpapasan dengan warga lain yang mengalami hal serupa.

“Baru tahu tadi waktu ketemu teman juga merasakan matanya perih, dan katanya akibat abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau,” ungkap Toni, Sabtu malam.

Sebelumnya, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi menerus sejak Jumat (4/9) malam hingga Sabtu pagi, dengan semburan lava menyerupai air mancur (lava fountain) dan kolom abu yang mencapai ketinggian hingga 14,6 kilometer ke atmosfer . Sebaran abu vulkanik terdeteksi bergerak ke arah barat daya dan selatan, meliputi wilayah Banten, Lampung, hingga Sumatera bagian selatan.

Aparat Beri Himbauan: Tetap Tenang, Kurangi Aktivitas Luar

Kapolsek Sekampung Udik, AKP Farid Riyanto, bersama Camat Sekampung Udik, Putu Ardiana, mengimbau masyarakat agar tetap waspada namun tidak panik. Pemerintah terus memantau perkembangan dan menyampaikan himbauan keselamatan terkait dampak jatuhnya abu vulkanik.

“Jangan lupa memakai masker dan pelindung mata, serta kurangi aktivitas di luar rumah,” tegas Kapolsek AKP Farid Riyanto.

Ia juga mengingatkan warga yang harus berkendara untuk tetap berhati-hati, mengurangi kecepatan, dan menjaga jarak aman mengingat debu vulkanik dapat menurunkan jarak pandang serta membuat permukaan jalan menjadi licin.

“Yang terpenting, ikuti informasi resmi pemerintah. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan pantau perkembangan melalui sumber resmi,” tutupnya.

Saran Keselamatan untuk Warga

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik disarankan:

– Gunakan masker dan pelindung mata saat berada di luar rumah

– Kurangi aktivitas luar ruangan, terutama anak-anak dan lansia

– Tutup pintu dan jendela, hindari abu masuk ke dalam rumah

– Bersihkan atap dan halaman secara berkala, hindari menyapu debu saat kering

– Hindari menyebarkan berita belum jelas, pantau info dari PVMBG/Badan Geologi dan BPBD setempat

Kondisi sebaran abu vulkanik dapat berubah mengikuti arah angin. Warga diharapkan tetap siaga dan mengikuti arahan pihak berwenang hingga kondisi mereda.