RADAR24.co.id, Lamteng — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Persiapan Lampung Tengah mendesak Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah agar segera mengambil langkah serius, terukur, dan transparan dalam menangani kebakaran tempat pembuangan akhir (TPA) sampah di wilayah Kecamatan Terbanggi Besar yang hingga kini masih menimbulkan kepulan asap tebal.

Menurut HMI, peristiwa ini bukan lagi persoalan kebakaran biasa. Kepulan asap yang menyebar hingga ke sejumlah titik, termasuk ruas Jalan Tol Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), telah menimbulkan ancaman nyata terhadap keselamatan masyarakat dan pengguna jalan.

Bahkan, asap tebal dari kebakaran TPA tersebut menyebabkan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan Toyota Rush dan truk Fuso di ruas tol KM 131–132. Dua orang dilaporkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Kondisi ini seharusnya menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah dan seluruh instansi terkait. Ketika asap kebakaran sudah mengganggu jarak pandang hingga memicu kecelakaan, penanganan tidak boleh berhenti pada upaya pemadaman semata, tetapi juga harus memastikan perlindungan masyarakat dari dampak asap yang ditimbulkan.

Ketua Umum HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah, M.Nasir Syukur, dalam siaran persnya diterima Senin (19/10/26), menyatakan bahwa keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar menunggu situasi membaik dengan sendirinya.

“Jangan sampai masyarakat harus terus menghirup asap, aktivitas terganggu, dan pengguna jalan menghadapi risiko kecelakaan akibat penanganan yang tidak maksimal. Pemerintah daerah harus hadir dengan langkah nyata, bukan hanya sebatas pernyataan. Persoalan ini menyangkut keselamatan publik dan harus ditangani secara serius,” tegasnya.

Nasir mengatakan kejadian ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola persampahan, sistem mitigasi bencana, serta kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi kebakaran di kawasan tempat pembuangan akhir.

“Kami menegaskan bahwa kritik ini merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa sebagai bagian dari kekuatan kontrol sosial. Pemerintah daerah perlu membuka ruang evaluasi dan memastikan setiap kebijakan penanganan benar-benar berorientasi pada keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Menrut Nasir, jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang paling dirugikan akibat persoalan lingkungan yang tidak tertangani secara optimal. Udara bersih, kesehatan, dan keselamatan merupakan kepentingan publik yang harus dilindungi.

“Jika asap sudah mengancam keselamatan, pemerintah tidak boleh tinggal diam. Kami mendesak tindakan nyata, transparansi, dan pertanggungjawaban yang jelas. Keselamatan rakyat harus ditempatkan di atas segala kepentingan,” pintanya.

HMI Cabang Persiapan Lampung Tengah akan terus mengawal persoalan ini sebagai bagian dari komitmen perjuangan mahasiswa dalam mendorong pemerintahan yang responsif, bertanggung jawab, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat, tambah Ketum Cabang HMI Lampung Tengah ini. (Muklas)